get app
inews
Aa Text
Read Next : Dinas Perhubungan Kudus Pasang Guardrail di Dua Ruas Rawan Kecelakaan

186 Pimpinan Saintek PTKIN Rumuskan Arah Transformasi Pendidikan Tinggi

Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:13 WIB
header img
Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) 2026 yang digelar di Hotel Novotel Semarang, 16–19 Juli 2026. Dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id  – Sebanyak 186 pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) 2026 yang digelar di Hotel Novotel Semarang, 16–19 Juli 2026.

Forum yang mengusung tema “Transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN melalui Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam” tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas masa depan pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan global.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya percepatan transformasi Fakultas Sains dan Teknologi agar mampu menjadi fakultas rujukan di tingkat internasional.

“FST perlu mempercepat larinya agar benar-benar menjadi fakultas rujukan. Saat ini yang harus ada dalam pikiran pimpinan FST PTKIN adalah internasionalisasi. Kita harus melihat bagaimana pengembangan keilmuan dan tata kelola fakultas di tingkat dunia,” ujar Musahadi.

Menurutnya, FST PTKIN memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak perguruan tinggi lain, yakni integrasi antara sains dan nilai-nilai Islam. Keunggulan tersebut harus terus diperkuat agar menjadi identitas sekaligus daya saing di tingkat global.

Dekan FST UIN Walisongo Semarang, Prof. H. Fatah Syukur, M.Ag, selaku tuan rumah kegiatan menyampaikan bahwa FORDEK FST 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan Fakultas Sains dan Teknologi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan masa depan.

Ia menilai pendidikan tinggi saintek di lingkungan PTKIN harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter khas perguruan tinggi keagamaan.

“Kita punya tantangan bersama agar integrasi ilmu tidak berhenti pada tataran filosofis dan konseptual, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” kata Fatah Syukur.

Karena itu, FORDEK FST 2026 secara khusus mengangkat tiga isu utama yang dinilai menjadi kunci penguatan FST PTKIN, yakni tata kelola perguruan tinggi yang baik atau good university governance, hilirisasi hasil riset, dan penguatan integrasi sains-Islam.

Sementara itu, Ketua FORDEK FST PTKIN, Dr. Muhammad Isnaeni, mengatakan forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan langkah seluruh Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi.

“Transformasi yang kita dorong bukan hanya pada aspek administrasi, tetapi juga tata kelola yang baik, penguatan kolaborasi, dan hilirisasi ilmu pengetahuan agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN menaungi berbagai program studi strategis, mulai dari Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Agribisnis, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertambangan, Teknik Arsitektur, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sains Data, hingga Sains Biomedis.

Melalui FORDEK FST 2026, para pimpinan FST PTKIN diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta daya saing lulusan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut