get app
inews
Aa Text
Read Next : El Nino Godzilla Ancam Kendal, Kekeringan Diprediksi Lebih Parah

LPBI PCNU Kendal Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:59 WIB
header img
Rapat kordinasi LPBI NU Kabupaten Kendal menghadapi musim kemarau panjang 2026. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kendal mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama pengurus LPBI NU tingkat kecamatan, NU Peduli, dan Lazisnu Kendal.

Ketua LPBI PCNU Kendal, Adib Maulana, mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarpengurus di tingkat kecamatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

"Kami melakukan koordinasi dengan pengurus LPBI NU yang ada di kecamatan. Ke depan akan dibuat wadah komunikasi untuk berbagi informasi dan pelaporan terkait kebencanaan," kata Adib.

Menurutnya, keberadaan jaringan komunikasi yang terintegrasi akan mempermudah pemantauan kondisi di lapangan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi bencana.

Ketua Lazisnu Kendal, H. Abidin, menilai langkah yang dilakukan LPBI NU sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan adanya potensi kemarau panjang hingga akhir tahun.

"Yang dilakukan hari ini sangat tepat. Ini merupakan bagian dari mitigasi menghadapi bencana musim kemarau seperti kekeringan dan kebakaran. NU harus hadir membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan Lazisnu akan terus berdampingan dengan NU Peduli dan LPBI NU dalam memberikan dukungan kemanusiaan apabila masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, Ketua NU Peduli Kendal, H Khusnul Huda, mengingatkan bahwa Kabupaten Kendal memiliki berbagai potensi bencana sesuai karakteristik wilayahnya.

Menurutnya, kawasan pesisir memiliki ancaman banjir rob, sedangkan daerah pegunungan dan perbukitan berisiko mengalami longsor. Di sisi lain, musim kemarau panjang juga berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

"Dibalik keindahan alam Kendal terdapat berbagai ancaman bencana. Karena itu kita harus siap dan berpartisipasi ketika ada potensi bencana sekecil apa pun," katanya.

Khusnul menyebut sejumlah wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, antara lain Desa Meteseh Kecamatan Boja, Tambahsari Kecamatan Limbangan, Gebangan Kecamatan Pageruyung, Curugsewu Kecamatan Patean, Sumberejo Kecamatan Kaliwungu, Manggungmangu Kecamatan Plantungan, Kedungsari Kecamatan Ringinarum, serta Harjodowo Kecamatan Sukorejo.

"Hampir semua kecamatan memiliki potensi kekeringan. Kami meminta pengurus di masing-masing wilayah untuk aktif melaporkan kondisi yang terjadi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," jelasnya.

Selain kekeringan, NU Peduli juga memberi perhatian khusus terhadap meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Dalam rapat tersebut turut dibahas penguatan program lingkungan melalui Tim Bersih Kali. Program ini akan dimaksimalkan untuk membersihkan sungai dari sampah secara rutin sebagai upaya mengurangi risiko bencana saat musim penghujan.

Rencananya, kegiatan bersih sungai akan dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menyasar satu hingga dua titik sungai yang mengalami penumpukan sampah.

Melalui kolaborasi LPBI NU, NU Peduli, dan Lazisnu, PCNU Kendal berharap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat, sehingga dampak kemarau panjang 2026 dapat diminimalkan.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut