get app
inews
Aa Text
Read Next : Supriyadi Calon Ketua Askot PSSI: Sepakbola Kota Semarang Butuh Perubahan

Di Balik Gelar Juara Spanyol, Ada Pelajaran tentang Persatuan dan Sportivitas

Senin, 20 Juli 2026 | 14:23 WIB
header img
Dosen STAI Kuningan, Jawa Barat, Dr. Dakhori. (Foto: Istimewa).

SALATIGA,iNewsPantura.idFinal Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepak bola berkelas dunia, tetapi juga menghadirkan pelajaran tentang persatuan, sportivitas, dan pentingnya saling menghormati di tengah persaingan.

Pandangan tersebut disampaikan dosen STAI Kuningan, Jawa Barat, Dr. H. Dakhori, M.E., menanggapi laga final yang dimenangkan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, Senin (20/7/2026).

Menurut Dakhori, pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit itu menunjukkan bahwa rivalitas dalam olahraga seharusnya hanya terjadi di dalam lapangan. Setelah pertandingan berakhir, para pemain dan pendukung tetap harus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan rasa hormat.

"Sepak bola mengajarkan bahwa rivalitas hanya terjadi di lapangan. Setelah pertandingan usai, yang tersisa adalah saling menghormati dan persaudaraan," ujarnya.

Ia menilai sejumlah momen yang terjadi setelah pertandingan menjadi contoh nyata penerapan nilai sportivitas. Salah satunya adalah penghormatan yang diberikan para pemain Spanyol kepada skuad Argentina usai laga berakhir.

Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan bahwa kemenangan maupun kekalahan tidak boleh menghilangkan penghargaan terhadap lawan yang telah berjuang sepanjang pertandingan.

Selain itu, Dakhori juga menyoroti sikap kedua pelatih yang dinilainya memberikan teladan positif. Pelatih Argentina Lionel Scaloni disebut menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, sementara pelatih Spanyol Luis de la Fuente menekankan pentingnya kebersamaan sebagai kunci keberhasilan timnya meraih gelar juara.

Lebih jauh, Dakhori menilai ajang Piala Dunia tidak hanya berdampak pada dunia olahraga, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Antusiasme masyarakat dunia selama turnamen berlangsung dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pariwisata, transportasi, perhotelan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menurutnya, suasana yang aman dan penuh penghormatan antarmasyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ketika masyarakat hidup dalam suasana damai dan saling menghargai, aktivitas ekonomi ikut tumbuh. Persatuan membuka peluang kerja sama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dakhori menambahkan, sepak bola telah berkembang menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa dengan latar belakang budaya, suku, dan agama yang berbeda. Karena itu, nilai-nilai yang lahir dari olahraga tersebut patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap semangat sportivitas, kerja sama, dan toleransi yang ditunjukkan selama Piala Dunia 2026 dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis sekaligus mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Bagi Dakhori, keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga dari nilai-nilai positif yang mampu diwariskan kepada masyarakat dunia.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut