Sheila On 7 Lengkapi Line-up Live Project 2026 di Semarang, Gandeng NKSTHI
SEMARANG, iNewsPantura.id — Festival musik Live Project 2026 akan kembali digelar di Semarang pada 31 Oktober 2026 di Lanud Ahmad Yani Semarang. Memasuki penyelenggaraan edisi keempat sejak pertama kali digelar pada 2022, Live Project membawa sejumlah pembaruan, termasuk kolaborasi kreatif bersama NKSTHI (Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini) melalui konsep Mens Sambat in Corpore Sano.
Kolaborasi tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam membangun pengalaman penonton. Konsep Mens Sambat in Corpore Sano mengajak pengunjung melihat bahwa keluhan atau “sambat” merupakan bagian wajar dari pengalaman manusia sehari-hari dan dapat menjadi cara untuk memahami serta mengelola perasaan.
Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, mengatakan penyelenggara telah mendengarkan berbagai masukan dari pelaksanaan sebelumnya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi penonton.
“Kami sudah mendengarkan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini kami tidak hanya melakukan pembenahan secara operasional, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru melalui Mens Sambat in Corpore Sano agar pengalaman penonton terasa lebih relevan dan menyenangkan,” kata Adi, Jumat (14/8/2026).
Selain kolaborasi dengan NKSTHI, Live Project 2026 juga mengumumkan Sheila On 7 sebagai nama terakhir yang melengkapi line-up tahun ini. Kembalinya Sheila On 7 akan melengkapi enam penampil yang telah diumumkan sebelumnya, yakni Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, dan The Changcuters.
Adi menambahkan, Live Project ingin menghadirkan festival yang tidak hanya semakin besar dari sisi skala, tetapi juga semakin matang dalam membangun pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.
“Bagi kami, setiap evaluasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, setiap masukan menjadi bagian dari pembelajaran, dan setiap pembaruan menjadi bentuk komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama audiens,” ujarnya.
Sementara itu, Adam Subarkah, basis Sheila On 7, mengaku senang bisa kembali tampil di Semarang melalui Live Project 2026. Menurutnya, Semarang selalu memiliki energi penonton yang hangat dan istimewa.
“Kami senang sekali bisa kembali konser di Semarang. Setiap tampil di kota ini selalu terasa spesial karena antusiasme penontonnya luar biasa. Semoga nanti di Live Project 2026 kami bisa bertemu lagi dengan teman-teman di Semarang dan membawa malam yang menyenangkan untuk semua,” kata Adam.
Konsep Mens Sambat in Corpore Sano akan diwujudkan melalui rangkaian instalasi visual dan bahasa sehari-hari yang mengajak pengunjung berinteraksi, merespons, dan menemukan berbagai bentuk sambat sepanjang perjalanan menuju area festival. Pendekatan ini diharapkan menjadi ruang stress release sekaligus memperkaya pengalaman menikmati pertunjukan musik.
Mas Aik dari NKSTHI mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari semangat yang sama antara kedua pihak, yakni memperbaiki hal-hal yang memang bisa diperbaiki, sekaligus menghadirkan cara yang lebih menyenangkan dalam merespons pengalaman sehari-hari.
“Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini,” ujarnya.
Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan juga mendapat dukungan dari Adam Subarkah yang menilai Live Project memiliki potensi menjadi agenda musik tahunan yang selalu dinantikan di Semarang.
“Kami melihat Live Project punya potensi menjadi salah satu momen yang harus dinantikan setiap tahun. Harapannya, penonton bisa datang, menikmati konser dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan,” katanya.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, Live Project terus berkembang menjadi salah satu festival musik tahunan terbesar di Semarang. Tahun ini, penyelenggara menargetkan peningkatan kualitas operasional, mulai dari pengelolaan arus pengunjung, kenyamanan fasilitas, crowd management, hingga sistem penataan suara, agar pengalaman pengunjung menjadi bagian yang sama pentingnya dengan pertunjukan di atas panggung.
Editor : Suryo Sukarno