get app
inews
Aa Text
Read Next : Belanja Daerah Kebumen Tembus Rp3,12 Triliun, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

Kunjungi Ringinarum, Bupati Kendal Puji Inovasi Kader Ojek Gizi Tekan Stunting

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:39 WIB
header img
Kader ojek gizi dilepas bupati kendal untuk mengantarkan makanan tambahan ke rumah rumah warga. iNews

Pelaksanaannya di wilayah kerja Puskesmas Ringinarum melibatkan sebanyak 274 kader yang tersebar di desa-desa se-Kecamatan Ringinarum. Para kader menjadi ujung tombak dalam memastikan makanan tambahan diterima oleh balita dan ibu hamil yang menjadi sasaran program.

Dengan menggunakan sepeda motor, kader mengantarkan makanan tambahan langsung dari rumah ke rumah. Mereka juga memberikan edukasi, melakukan pemantauan kondisi sasaran, sekaligus menjadi sumber informasi bagi keluarga terkait upaya pencegahan stunting.

Salah seorang kader dari Desa Mojo, Supriyati, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari. Untuk balita, pemberian makanan tambahan dilakukan selama 56 hari, sedangkan bagi ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) berlangsung selama 120 hari.

Menunya sudah diatur dari puskesmas. Kami para kader biasanya yang belanja, kemudian memasak hingga mengantarkan ke sasaran. Kalau balita bahkan kita pastikan untuk benar-benar sampai ke mulut,” ujarnya.

Menu yang diberikan cukup beragam dengan tetap mengacu pada pedoman gizi seimbang. Kader berharap dukungan keluarga sasaran dapat semakin memperkuat pelaksanaan program sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal.

“Semoga tidak ada stunting lagi dan semua balita sehat,” kata Supriyati.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengatakan program KAJEKZI menjadi salah satu upaya yang memberikan dampak dalam penanganan stunting di daerah.

Pada 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Kendal tercatat sebesar 11,85 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 12,4 persen.

“Jadi kalau di tahun 2025 itu ada 6.855 bayi stunting, sekarang ini yang sudah turun menjadi 6.724,” jelas Ferinando.

Selain melalui KAJEKZI, Dinas Kesehatan juga menjalankan langkah pencegahan sejak usia remaja, salah satunya melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada siswi di sekolah.

Menurut Ferinando, berbagai program tersebut perlu berjalan secara berkesinambungan agar penurunan stunting tidak hanya terjadi pada saat penanganan balita, tetapi juga dimulai sejak sebelum memasuki usia kehamilan.

“Artinya, kalau program berjalan dengan baik kita berharap ke depan prevalensi stunting di kabupaten dapat kita turunkan. Karena ini salah satu upaya bagaimana kita mencegah dan menurunkan stunting,” pungkasnya.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut