Festival Kota Lama Semarang Jadi Etalase Budaya Nusantara
SEMARANG,iNewsPantura.id – Festival Kota Lama Semarang ke-15 tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi panggung keberagaman budaya Nusantara. Mengusung tema “Unity in Diversity”, festival yang berlangsung 4–20 September 2026 itu menghadirkan seni, budaya, kuliner, musik, hingga wisata sejarah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menilai keberagaman pertunjukan dalam festival tersebut menunjukkan besarnya potensi Semarang sebagai ruang pertemuan berbagai budaya Indonesia. Bahkan, Kota Lama dinilai bisa menjadi “rumah” bagi beragam kesenian Nusantara.
“Berbagai tarian etnik dari berbagai daerah itu sesuatu yang sangat menarik. Berarti Semarang ini bisa jadi rumah dari berbagai kesenian Nusantara,” kata Samuel usai menghadiri pembukaan Festival Kota Lama Semarang.
Samuel mengapresiasi upaya penyelenggara yang terus meningkatkan kualitas dan keberagaman pertunjukan dari tahun ke tahun. Ia mendorong agar festival ke depan semakin banyak menggali kesenian yang memiliki akar sejarah dan budaya, baik dari Semarang maupun daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, berbagai kesenian Nusantara yang ditampilkan membuat wisatawan tidak hanya menikmati suasana Kota Lama, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya dari berbagai daerah.
Samuel juga menilai konektivitas Kota Lama dengan destinasi bersejarah lainnya, seperti Lawang Sewu, menjadi potensi yang dapat memperkuat pariwisata Kota Semarang.
Ia menegaskan, masyarakat perlu melihat Kota Lama bukan sekadar kawasan wisata, tetapi juga sebagai aset sejarah yang memiliki nilai dan daya tarik besar.
“Kota Lama yang paling baik dan sempurna di Indonesia itu hanya di Semarang. Jakarta saja belum terbentuk kota tuanya. Ini perlu disadari oleh kita semua,” ujarnya.
Samuel berharap media ikut mengangkat potensi Kota Lama agar semakin dikenal masyarakat luas dan wisatawan, baik sebagai destinasi wisata sejarah maupun sebagai ruang yang merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia.
Editor: Eddie Prayitno