Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 1.601 Pebulutangkis Muda Adu Bakat, Berburu Tiket ke PB Djarum
Advertisement . Scroll to see content

36 Pebulutangkis Muda Raih Super Tiket dan Melaju ke Tahap Karantina

Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB
  • author Nur Choiruddin
36 Pebulutangkis Muda Raih Super Tiket dan Melaju ke Tahap Karantina
Peraih Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. (Nur Choiruddin/iNews).

KUDUS, iNewsPantura.id – Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 setelah melewati rangkaian seleksi selama lima hari, 9–13 September 2026, di GOR Djarum, Jati, Kudus.

Selanjutnya, para peraih Super Tiket akan menjalani Tahap Karantina selama empat pekan di Asrama PB Djarum. Dalam tahap tersebut, peserta akan menghadapi dua fase eliminasi untuk mengukur perkembangan kemampuan, bakat, serta mentalitas bertanding.

Peserta yang berhasil lolos dari Tahap Karantina akan memperoleh Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.

Dari total 36 peraih Super Tiket, sebanyak 18 atlet putra dan putri mendapatkannya melalui jalur turnamen pada kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12. Sementara 18 atlet lainnya terpilih berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi antusiasme peserta, orang tua, dan pelatih yang terus mendukung penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum.

Menurut Yoppy, keberlanjutan audisi menjadi bagian dari upaya menjaga proses regenerasi atlet bulutangkis nasional. Namun, ia mengingatkan para peraih Super Tiket bahwa perjuangan mereka belum berakhir karena masih harus melewati Tahap Karantina.

“Kami mengapresiasi orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi dan mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tetapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat,” ujar Yoppy.

Ia menambahkan, persaingan akan semakin ketat ketika para peserta nantinya bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.

“Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum, level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi, para peserta harus bersiap,” katanya.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, turut mengapresiasi kegigihan para pebulutangkis muda selama mengikuti proses seleksi. Menurut juara All England 2003 tersebut, Audisi Umum tidak sekadar menjadi proses pencarian atlet, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan dan mentalitas bertanding.

“Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi, mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik, dan ikuti arahan pelatih,” ungkap Sigit.

Sigit juga meminta peserta yang belum berhasil meraih Super Tiket agar tidak berhenti berlatih. Ia menilai kesempatan untuk mengikuti proses pencarian atlet PB Djarum tetap terbuka pada masa mendatang.

“Bagi yang belum mendapatkan Super Tiket, jangan berkecil hati. Tetap semangat untuk terus berlatih. Meskipun sudah beberapa kali gagal, suatu saat mungkin akan berhasil. Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan, apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik,” ucap Sigit.

Ia pun mengajak para peserta untuk kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada tahun berikutnya.

“Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027,” katanya.

Salah satu peraih Super Tiket melalui jalur turnamen adalah Aldi Aprian Nugraha dari nomor KU 12 putra. Pebulutangkis muda asal PB Mustika Ungaran, Jawa Tengah, tersebut mengamankan Super Tiket setelah mengalahkan Abidzar Al Ghifari dari Bandung, Jawa Barat, pada hari terakhir turnamen.

Bagi Aldi, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan intensif yang dijalaninya selama setahun terakhir. Sebelumnya, pada Audisi Umum PB Djarum 2025, langkah Aldi untuk menembus PB Djarum terhenti pada fase screening.

“Sejak tahun lalu, saya fokus latihan dan memperbaiki kekurangan. Pola makan juga saya jaga, jangan sampai terlambat, dan tidak boleh terlalu sering memegang handphone. Makanya sekarang senang sekali bisa lolos tahap turnamen. Sekarang saya harus mempersiapkan diri supaya bisa lebih bagus lagi saat di karantina,” ujar Aldi.

Kebahagiaan serupa dirasakan Adibha Fitria. Meski langkahnya terhenti pada babak 16 besar turnamen U-11 putri, pebulutangkis muda asal Samarinda, Kalimantan Timur, tersebut memperoleh Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat dan berhak melanjutkan ke Tahap Karantina di Asrama PB Djarum.

“Senang banget rasanya bisa masuk tahap karantina karena saya memang mau masuk PB Djarum supaya bisa jadi pemain dunia. Ini kedua kalinya saya ikut Audisi Umum. Tahun lalu saya baru main satu kali dan langsung kalah. Tahun ini ikut lagi dan berhasil sampai babak 16 besar. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan Super Tiket,” kata Adibha.

Ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan pada Tahap Karantina untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada tim pelatih.

“Semoga di tahap karantina nanti saya bisa membuktikan kemampuan saya kepada tim pelatih,” ucapnya.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut