Dipotong Lalu Diangkut Dua Pikap, Besi Pabrik di KIKK Kendal Raib, Kerugian Puluhan Juta
KENDAL,iNewsPantura.id – Hilangnya material besi secara berulang di area pabrikasi PT SHP TECH Indonesia, Kawasan Industri Kendal (KIK), Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, akhirnya terungkap.
Polsek Kaliwungu mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut.
Kasus itu terungkap setelah pihak perusahaan mencurigai sejumlah besi di area pabrikasi kerap hilang. Untuk memastikan penyebabnya, perusahaan kemudian mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Dari rekaman tersebut diketahui adanya aktivitas pengambilan material besi. Besi yang menjadi sasaran pencurian diduga terlebih dahulu dipotong-potong, kemudian dibawa keluar menggunakan dua unit mobil pikap.
Material yang hilang berupa besi spesifikasi D22 sebanyak 24 batang dan besi D25 sebanyak 50 batang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 18.36 WIB. Akibat kejadian itu, PT SHP TECH Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp32.167.380.
Pihak perusahaan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kaliwungu untuk dilakukan penyelidikan.
Kapolsek Kaliwungu AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho mengatakan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Kaliwungu.
Petugas melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian. Polisi juga menggali informasi dari sejumlah pekerja perusahaan.
“Setelah mengetahui identitas dan keberadaan pelaku, Unit Reskrim Polsek Kaliwungu yang dipimpin Kanit Reskrim bersama anggota kemudian melakukan penangkapan,” kata Nindya.
Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam pencurian.
Mereka yakni Muhamad Nurohim Susanto, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang; Muhammad Anggik Saputra, warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro; Ali Ihwan, warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan; dan Muhammad Salafudin, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.
Keempatnya kemudian dibawa ke Mapolsek Kaliwungu untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pengecekan CCTV, material besi yang menjadi sasaran pencurian tidak langsung dibawa dalam bentuk semula. Besi tersebut terlebih dahulu dipotong-potong sebelum dimuat ke dalam dua kendaraan pikap.
Polisi selanjutnya melakukan pendalaman untuk mengetahui peran masing-masing orang yang diamankan serta rangkaian aksi pencurian material tersebut.
Kapolsek Kaliwungu menegaskan, proses penyelidikan dilakukan dengan menggabungkan petunjuk dari rekaman CCTV dan informasi yang diperoleh dari lingkungan perusahaan.
“Selanjutnya para pelaku dibawa ke Polsek Kaliwungu guna dilakukan proses hukum,” ujar Nindya.
Kasus dugaan pencurian dengan pemberatan tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Kaliwungu. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.
Editor: Eddie Prayitno