139 Perusahaan Masuk KEK Kendal, Ribuan Lapangan Kerja Tercipta
KENDAL,iNewsPantura.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 139 perusahaan telah masuk dan berinvestasi di kawasan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 56 perusahaan telah beroperasi, sementara 37 pabrik lainnya saat ini masih dalam tahap konstruksi atau pembangunan.
Pembangunan sejumlah pabrik di KEK Kendal terus dipacu agar dapat segera beroperasi. Ditargetkan, seluruh pembangunan pabrik yang sedang berjalan dapat rampung pada akhir tahun 2026 sehingga pada tahun berikutnya perusahaan-perusahaan tersebut mulai menjalankan aktivitas produksinya.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan proses pembangunan pabrik di kawasan tersebut umumnya membutuhkan waktu sekitar 12 bulan.
“Sehingga akhir tahun ini bisa selesai dikerjakan dan mulai tahun depan perusahaan tersebut dapat beroperasi,” ujar Juliani usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan proyek tahap pertama pabrik furnitur Kuka Home Industri, Senin (16/3/2026).
Juliani menjelaskan, pengembangan KEK Kendal dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, luas lahan yang dikembangkan mencapai 1.000 hektare, sementara pada tahap kedua direncanakan seluas 1.200 hektare.
Menurutnya, tahap kedua optimistis akan cepat terisi oleh investor baru. Hal ini karena ekosistem industri di KEK Kendal sudah terbentuk dan berjalan dengan baik.
“Sudah ada ekosistem yang bagus, sehingga tahap kedua bisa cepat karena sudah memiliki ekosistem yang terbentuk sehingga mudah untuk menarik investor lainnya,” imbuhnya.
Salah satu investasi terbaru di kawasan ini datang dari perusahaan furnitur asal Tiongkok, Kuka Furniture Industri Indonesia. Juliani menyebut investasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri, khususnya sektor furnitur yang memiliki potensi ekspor sangat besar.
Direktur Kuka Furniture Industri Indonesia, Wu Bin, mengatakan pihaknya memilih mendirikan pabrik di KEK Kendal karena melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif serta dukungan kawasan industri yang dinilai sangat kondusif bagi investor.
“Investor juga menilai sektor pekerja di Indonesia khususnya Kendal sangat memadai. Apalagi di KEK Kendal karena sangat proaktif mendukung tenant yang ada dan kemudahan yang kita dapatkan,” ujar Wu Bin.
Dalam proyek ini, Kuka Furniture Industri Indonesia menanamkan investasi sebesar 160 juta dolar Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menargetkan kapasitas ekspor hingga 25.000 kontainer furnitur setiap tahun.
Pada tahap pertama operasional, kapasitas ekspor ditargetkan mencapai sekitar 15.000 kontainer per tahun yang sebagian besar akan dipasarkan ke pasar internasional.
Selain memperkuat kinerja ekspor, investasi ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.
Secara keseluruhan, proyek pembangunan pabrik ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 9.000 tenaga kerja. Pada tahap awal operasional, sekitar 6.000 pekerja akan direkrut, dengan mayoritas berasal dari Kabupaten Kendal dan sekitarnya.
Editor : Eddie Prayitno