Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Massa Pro dan Kontra Sudewo Bentrok di Pengadilan Tipikor Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa UNNES Bawa Kopi Jawa Tengah ke Astana, Uji Selera Pasar Kazakhstan

Senin, 21 September 2026 | 13:04 WIB
  • author Wisnu Wardhana
Mahasiswa UNNES Bawa Kopi Jawa Tengah ke Astana, Uji Selera Pasar Kazakhstan
Mahasiswa saat memamerkan kopi di EXPO International Exhibition Center, Astana, Kazakhstan . dokummen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Kopi Jawa Tengah mendapat panggung di pasar internasional melalui Astana Coffee Expo 2026 yang digelar di EXPO International Exhibition Center, Astana, Kazakhstan, 3–5 September 2026.

Menariknya, kopi tersebut diperkenalkan oleh generasi muda. Nalendra, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES), sekaligus wirausahawan dan Petani Muda UNNES, membawa Nestra Coffee, startup binaan PUI-PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) UNNES.

Dalam ajang tersebut, Nalendra memperkenalkan kopi Jawa Tengah melalui sesi coffee cupping dengan konsep Volcano Coffee. Kopi tidak hanya dikenalkan dari karakter rasanya, tetapi juga melalui cerita mengenai kawasan pegunungan, petani, hingga proses pengembangannya.

Sesi coffee cupping menjadi kesempatan untuk membaca respons calon konsumen di Kazakhstan. Peserta mengevaluasi karakter kopi mulai aroma, flavor, tingkat keasaman, body, aftertaste hingga keseimbangan rasa.

Dari interaksi tersebut, diperoleh masukan mengenai kecenderungan konsumen Kazakhstan terhadap kopi dengan profil medium roast.

Profil sangrai tersebut menghasilkan karakter yang relatif lebih lembut dan mild dibandingkan kopi dengan tingkat sangrai lebih gelap.

Temuan itu dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan profil roasting, karakter produk dan strategi pemasaran kopi Jawa Tengah untuk pasar Asia Tengah.

Konsep Volcano Coffee yang dibawa Nestra Coffee tidak hanya menjual rasa. Ada cerita mengenai kopi yang tumbuh di kawasan pegunungan Jawa Tengah.

Ketinggian wilayah, lingkungan tumbuh, tanah vulkanik, varietas dan proses pascapanen menjadi bagian dari narasi yang diperkenalkan kepada pengunjung dan pelaku industri kopi di Kazakhstan.

Asal-usul serta keterlacakan kopi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas produk. Cerita tentang petani dan lingkungan tempat kopi dibudidayakan menjadi nilai tambah yang menyertai cita rasa.

Keterlibatan Nalendra sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam rantai nilai kopi. Pengetahuan akademik dipadukan dengan pengalaman sebagai wirausahawan dan petani muda untuk mengembangkan komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah.

engalaman di Astana menunjukkan bahwa hilirisasi kopi tidak berhenti pada proses produksi dan panen. Nilai tambah dapat dibangun melalui teknologi pascapanen, pengendalian kualitas, roasting, kemasan, branding, storytelling hingga pemasaran.

Nestra Coffee dikembangkan dalam ekosistem pembinaan CoSpice UNNES yang mencakup penguatan kualitas, inovasi produk, kewirausahaan dan akses pasar.

Konsep from academic research to global market menjadi jembatan antara pengetahuan perguruan tinggi, dunia usaha dan kebutuhan konsumen.

Bagi petani muda, pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran bahwa menghasilkan biji kopi berkualitas merupakan satu tahap. Tantangan berikutnya adalah memahami pasar dan mampu mengubah kualitas tersebut menjadi nilai ekonomi.

Keterlibatan di Astana Coffee Expo 2026 juga dikaitkan dengan kontribusi generasi muda terhadap pencapaian SDG 8, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal.

Melalui forum tersebut, petani muda, mahasiswa, startup, akademisi dan dunia usaha bertemu dalam satu rantai nilai kopi.

Dari kampus dan kebun di Jawa Tengah, kopi kemudian dibawa ke ruang yang lebih luas untuk diuji, dikenalkan dan diperkenalkan kepada pasar internasional.

SEMARANG,iNewsPantura.id – Kopi Jawa Tengah mendapat panggung di pasar internasional melalui Astana Coffee Expo 2026 yang digelar di EXPO International Exhibition Center, Astana, Kazakhstan, 3–5 September 2026.

Menariknya, kopi tersebut diperkenalkan oleh generasi muda. Nalendra, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES), sekaligus wirausahawan dan Petani Muda UNNES, membawa Nestra Coffee, startup binaan PUI-PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) UNNES.

Dalam ajang tersebut, Nalendra memperkenalkan kopi Jawa Tengah melalui sesi coffee cupping dengan konsep Volcano Coffee. Kopi tidak hanya dikenalkan dari karakter rasanya, tetapi juga melalui cerita mengenai kawasan pegunungan, petani, hingga proses pengembangannya.

Sesi coffee cupping menjadi kesempatan untuk membaca respons calon konsumen di Kazakhstan. Peserta mengevaluasi karakter kopi mulai aroma, flavor, tingkat keasaman, body, aftertaste hingga keseimbangan rasa.

Dari interaksi tersebut, diperoleh masukan mengenai kecenderungan konsumen Kazakhstan terhadap kopi dengan profil medium roast.

Profil sangrai tersebut menghasilkan karakter yang relatif lebih lembut dan mild dibandingkan kopi dengan tingkat sangrai lebih gelap.

Temuan itu dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan profil roasting, karakter produk dan strategi pemasaran kopi Jawa Tengah untuk pasar Asia Tengah.

Konsep Volcano Coffee yang dibawa Nestra Coffee tidak hanya menjual rasa. Ada cerita mengenai kopi yang tumbuh di kawasan pegunungan Jawa Tengah.

Ketinggian wilayah, lingkungan tumbuh, tanah vulkanik, varietas dan proses pascapanen menjadi bagian dari narasi yang diperkenalkan kepada pengunjung dan pelaku industri kopi di Kazakhstan.

Asal-usul serta keterlacakan kopi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas produk. Cerita tentang petani dan lingkungan tempat kopi dibudidayakan menjadi nilai tambah yang menyertai cita rasa.

Keterlibatan Nalendra sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam rantai nilai kopi. Pengetahuan akademik dipadukan dengan pengalaman sebagai wirausahawan dan petani muda untuk mengembangkan komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah.

engalaman di Astana menunjukkan bahwa hilirisasi kopi tidak berhenti pada proses produksi dan panen. Nilai tambah dapat dibangun melalui teknologi pascapanen, pengendalian kualitas, roasting, kemasan, branding, storytelling hingga pemasaran.

Nestra Coffee dikembangkan dalam ekosistem pembinaan CoSpice UNNES yang mencakup penguatan kualitas, inovasi produk, kewirausahaan dan akses pasar.

Konsep from academic research to global market menjadi jembatan antara pengetahuan perguruan tinggi, dunia usaha dan kebutuhan konsumen.

Bagi petani muda, pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran bahwa menghasilkan biji kopi berkualitas merupakan satu tahap. Tantangan berikutnya adalah memahami pasar dan mampu mengubah kualitas tersebut menjadi nilai ekonomi.

Keterlibatan di Astana Coffee Expo 2026 juga dikaitkan dengan kontribusi generasi muda terhadap pencapaian SDG 8, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal.

Melalui forum tersebut, petani muda, mahasiswa, startup, akademisi dan dunia usaha bertemu dalam satu rantai nilai kopi.

Dari kampus dan kebun di Jawa Tengah, kopi kemudian dibawa ke ruang yang lebih luas untuk diuji, dikenalkan dan diperkenalkan kepada pasar internasional.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut