Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Massa Pro dan Kontra Sudewo Bentrok di Pengadilan Tipikor Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Tak Lagi Tunggu ODGJ Bermasalah, Ringinarum Bentuk Tim Siaga hingga Desa

Senin, 21 September 2026 | 13:29 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Tak Lagi Tunggu ODGJ Bermasalah, Ringinarum Bentuk Tim Siaga hingga Desa
Peluncuran inovasi Sinergi Informasi, Aksi, Gerakan dan Advokasi Jiwa. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, tidak ingin lagi dilakukan setelah persoalan muncul. Pemerintah kecamatan kini menyiapkan pola penanganan yang lebih terkoordinasi dengan melibatkan aparat, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat.

Upaya itu diwujudkan melalui inovasi Siaga Jiwa (Sinergi Informasi, Aksi, Gerakan dan Advokasi Jiwa) yang diluncurkan di Ruang Abdi Praja Setda Kendal, Senin (21/9/2026).

Selama ini, penanganan ODGJ di wilayah tersebut dinilai masih berjalan secara terpisah. Koordinasi antarpihak juga kerap dilakukan ketika sudah terjadi persoalan di lapangan.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong Sekretaris Kecamatan Ringinarum Ari Rostina menggagas Siaga Jiwa.

“Kalau sebelumnya penanganan itu terpisah, biasanya setelah terjadi kasus baru ditangani. Koordinasinya kurang. Jadi Siaga Jiwa ini nanti membentuk tim kolaborasi lintas sektoral,” kata Ari.

Melalui Siaga Jiwa, satu kasus tidak lagi hanya ditangani oleh satu institusi. Tim akan melibatkan kecamatan, puskesmas, kepolisian, TNI, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan hingga karang taruna.

Masing-masing unsur akan memiliki peran yang jelas. Mekanisme kerja tersebut nantinya dituangkan dalam standar operasional prosedur (SOP), sehingga ketika ada laporan, pihak yang harus bergerak sudah memiliki tugas masing-masing.

“Kerjanya secara sinergi bersama-sama melalui SOP yang ada. Siapa melakukan apa, itu nanti ada SOP-nya,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, tim diharapkan tidak hanya bergerak ketika terjadi gangguan atau persoalan. Informasi dari tingkat desa juga menjadi bagian penting untuk menentukan langkah penanganan.

Ari mengatakan, setiap kasus akan terlebih dahulu dilihat kondisinya melalui observasi di lapangan. Dari situ baru ditentukan apakah membutuhkan penanganan di desa, melalui layanan kesehatan jiwa, atau perlu mendapatkan rujukan medis.

“Semua kasus ODGJ dapat tertangani dengan cepat. Kalau di masing-masing desa ada kejadian atau kasus ODGJ, tim Siaga Jiwa akan konsisten, cepat, tepat dalam penanganannya,” katanya.

Urgensi penguatan penanganan tersebut terlihat dari jumlah kasus ODGJ berat di Ringinarum. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyebut terdapat 129 ODGJ berat di wilayah tersebut.

Angka itu membuat Ringinarum menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan kesehatan jiwa di Kabupaten Kendal.

“Teman-teman Ringinarum ini yang menggagas inovasi Siaga Jiwa. Ini tentunya sebagai wujud untuk kolaborasi lintas sektor dengan penjaga ODGJ di Kabupaten Kendal,” ujar Dyah.

Menurutnya, persoalan ODGJ membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah kecamatan dan desa, organisasi, lembaga terkait, serta masyarakat perlu memiliki pola koordinasi agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Siaga Jiwa juga akan diintegrasikan dengan layanan kesehatan di puskesmas, termasuk pengembangan posyandu yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.

Puskesmas akan berperan dalam aspek kesehatan, sedangkan tim Siaga Jiwa memperkuat koordinasi dan penanganan lintas sektor di lingkungan masyarakat.

Program tersebut diharapkan membuat respons terhadap kasus ODGJ lebih cepat sekaligus memperkuat pendampingan di tingkat desa.

“Harapannya kolaborasi lintas sektor ini berjalan dengan baik,” pungkas Dyah.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut