Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 164 Rumah Warga Kudus Dibangun dan Direnovasi Nilai Bantuan Capai Rp11,4 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Pabrik Bahan Baku Obat Nyamuk di Jepara, Terbakar

Selasa, 22 September 2026 | 07:54 WIB
  • author Alip Sutarto
Pabrik Bahan Baku Obat Nyamuk di Jepara, Terbakar
Petugas memadamkan kebakaran di pabrik bahan baku obat nyamuk di Jepara. Api membakar serbuk batok kelapa, bahan baku dan sejumlah mesin produksi. Foto : iNewsPantura.id/ Alip S

JEPARA, InewsPantura.id - Perusahaan bahan baku obat nyamuk PT Sinar Matahari Nasional di Kelurahan Pengkol, Kabupaten Jepara terbakar Senin (21/9/2026). Kebakaran terjadi di saat ada aktivitas pekerja  sehingga langsung dilaporkan petugas pemadam kebakaran.

Kepala satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran (Kasat polpp dan damkar) Samiaji menerangkan, kebakaran dipicu akibat hubungan arus pendek jaringan listrik dalam pabrik.

"Tadi saya berkoordinasi dengan direktur operasional Pak Muis. Jadi kronologi pertama kebakaran disebabkan karena korsleting listrik menjalar ke kabel. Karena atapnya banyak partikel serbuk kayu sehingga menimbulkan percikan api", kata Samiaji.

Menurut Samiaji, proses pemadaman api membutuhkan waktu cukup lama karena banyaknya material mudah terbakar, berupa serbuk tempurung kelapa .Proses pemadaman apai tidak hanya melibatkan mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Jepara dibantu BPBD, TNI dan perusahaan swasta.

"Proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena yang terbakar tumpukan serbuk batok kelapa. Dan ini tinggal proses pendingan,,"imbuhnya.

Akibat kebakaran ini, perusahaan menelan kerugian hingga miliaran rupiah. Selain material bahan baku obat Nyamuk, beberapa mesih pabril turut terbakar.

"Dari informasi direktur operasional pabrik kerugian menxapai Rp 1 miliar., karena ada mesin-mesin produksi yang terbakar juga," pungkas Samiaji.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut