Perempuan Tanpa Identitas Tewas Tertemper KA Argo Sindoro di Kendal
KENDAL,iNewsPantura.id – Seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun tanpa identitas ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) 19 Argo Sindoro di jalur hilir KM 22+4/5, antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Rabu 23 september2026 malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.
Kapolsek Brangsong AKP Adi Winarno mengatakan, korban diduga berada di sekitar jalur rel ketika KA Argo Sindoro relasi Gambir-Semarang Tawang melintas dari arah timur menuju barat.
“Sekitar pukul 23.00 WIB, KA 19 Argo Sindoro berjalan dari arah Semarang menuju Jakarta. Saat sampai di KM 22+3, terdapat pejalan kaki sekitar 100 meter sebelum perlintasan. Karena jarak kereta sudah dekat, korban akhirnya tertabrak,” jelasnya.
Kejadian tersebut diketahui oleh Ulil Albab, penjaga palang pintu rel yang merupakan warga Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kendal.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Namun, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen lain yang dapat digunakan untuk mengetahui identitas perempuan tersebut.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan adanya kejadian orang tertemper KA Argo Sindoro di jalur hilir KM 22+4/5 antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri.
Menurut Luqman, sebelum kejadian masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan klakson kereta atau semboyan 35 secara berulang-ulang.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” kata Luqman.
KAI Daop 4 Semarang, lanjut dia, akan terus meningkatkan penyampaian imbauan keselamatan, baik kepada masyarakat maupun secara internal. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan potensi kecelakaan di jalur perkeretaapian.
Peristiwa itu juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel karena kawasan tersebut merupakan area berbahaya dan hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta api.
Editor: Eddie Prayitno