Asyik Main Engsel Gembok Pintu Kelas, Jari Siswi SMP di Magelang Terjepit
MAGELANG,iNewsPantura.id – Aktivitas seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Magelang berubah menjadi insiden yang membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran. Jari tengah tangan kanannya terjepit pada bagian engsel gembok pintu kelas saat jam sekolah.
Siswi berinisial S.O. tersebut diketahui mengalami insiden di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Karena jari yang terjepit mulai membengkak dan sulit dilepaskan, pihak sekolah kemudian meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Magelang Edi Priyanta mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut diterima pihaknya dari salah seorang guru.
Menurut Edi, saat menerima laporan, pihaknya mendapat informasi bahwa jari siswi tersangkut pada bagian gembok pintu kelas.
“Kita dapat info langsung meluncur ke lokasi. Ada laporan dari guru bahwa ada siswi yang jarinya tersangkut di gembok pintu kelas,” ujar Edi.
Petugas kemudian segera mendatangi sekolah untuk melakukan proses evakuasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah melepas bagian engsel gembok yang berada di pintu kelas.
Namun, proses pelepasan tidak cukup hanya dengan membuka gembok. Kondisi jari siswi yang sudah mengalami pembengkakan membuat petugas harus menggunakan peralatan khusus.
Petugas akhirnya menggunakan alat pemotong mini grinder untuk memotong bagian yang menjepit jari korban. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan cedera tambahan pada siswi.
Setelah berjibaku melakukan evakuasi, petugas Damkar akhirnya berhasil melepaskan jari siswi tersebut sekitar 15 menit kemudian.
Edi mengatakan, kejadian tersebut menjadi pengingat agar para siswa lebih berhati-hati ketika bermain atau menggunakan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah.
Ia mengimbau siswa tidak melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan cedera, meskipun terlihat sederhana.
“Harapannya anak-anak bisa lebih berhati-hati saat bermain, terutama di lingkungan sekolah. Jangan sampai aktivitas bermain justru menyebabkan kejadian seperti ini,” katanya.
Setelah jari berhasil dilepaskan, penanganan selanjutnya dapat dilakukan oleh pihak sekolah dan keluarga sesuai kondisi siswi tersebut.
Insiden ini juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai benda dan fasilitas di lingkungan sekolah yang dapat berpotensi menyebabkan cedera apabila digunakan tidak semestinya.
Editor: Eddie Prayitno