Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman Unsoed, Raih Dua Emas Internasional
PURWOKERTO,iNewsPantura.id – Kerja keras 36 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuahkan hasil membanggakan. Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (PSM GBS) berhasil meraih dua medali emas dalam ajang internasional Bandung Choral Festival 2026, setelah menjalani persiapan selama tujuh bulan dan menggalang dana secara mandiri.
Dua medali emas tersebut diraih pada kategori Folk Song dan Mixed Choir dalam kompetisi yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Prestasi ini sekaligus menandai kembalinya PSM Gita Buana Soedirman ke kompetisi internasional setelah sekitar satu tahun tidak mengikuti perlombaan serupa. Namun, keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Di balik penampilan yang memukau di panggung kompetisi, para mahasiswa harus menghadapi tantangan latihan, perkuliahan, hingga keterbatasan pendanaan.
Persiapan tim dimulai sejak April 2026 dan memasuki tahap latihan intensif pada Agustus. Selama proses tersebut, para anggota mematangkan kualitas vokal, harmonisasi, kekompakan, serta penampilan agar mampu bersaing dengan peserta lain.
Kesibukan perkuliahan menjadi tantangan tersendiri. Para anggota harus membagi waktu antara latihan, aktivitas organisasi, dan kewajiban akademik. Bahkan, kompetisi berlangsung bertepatan dengan periode Ujian Tengah Semester (UTS).
Di tengah tuntutan tersebut, setiap anggota dituntut menjaga konsistensi latihan. Dalam paduan suara, keberhasilan tidak hanya bergantung pada kualitas suara individu, tetapi juga kemampuan menyatukan nada, tempo, dan ekspresi menjadi harmoni yang utuh.
Tantangan lain muncul saat tim harus memenuhi kebutuhan biaya untuk mengikuti kompetisi. Mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga melakukan berbagai upaya penggalangan dana secara mandiri demi memastikan keberangkatan ke Bandung.
Beragam cara dilakukan, mulai dari berjualan di lingkungan fakultas, mengamen, berjualan di gereja dan kegiatan Car Free Day (CFD), hingga mengumpulkan botol plastik bekas untuk dijual kembali.
Ketua Pelaksana tim, Yurinda Kimiko Noelani atau Kimi, mengatakan upaya tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan tim menuju kompetisi. Selain menggalang dana, mereka juga harus memenuhi kewajiban kepada sponsor yang mendukung kegiatan tersebut.
“Usaha dana yang dijalani mulai dari berjualan di fakultas, ngamen, berjualan di gereja, berjualan di CFD, sampai mengumpulkan botol plastik untuk dijual kembali. Selain itu, kami juga memenuhi tuntutan dari sponsorship yang juga mendukung kegiatan lomba kami,” ujar Kimi.
Upaya tersebut menggambarkan perjuangan mahasiswa dalam mewujudkan kesempatan berkompetisi di tingkat internasional. Keterbatasan dana tidak membuat mereka menghentikan persiapan, melainkan mendorong tim untuk mencari jalan keluar bersama.
Berdasarkan keterangan tim dalam rilis Unsoed, dukungan dari pihak universitas untuk keberangkatan berupa bantuan transportasi, sedangkan kebutuhan kompetisi lainnya diupayakan melalui penggalangan dana dan dukungan sponsor.
Dukungan dosen dan fakultas juga membantu kelancaran persiapan, terutama melalui kemudahan perizinan agar mahasiswa tetap dapat mengikuti kompetisi meskipun bertepatan dengan UTS.
Tim PSM Gita Buana Soedirman didampingi pembina Dra. Sotyania Wardhianna, M.Kes., serta pelatih Prajna Purnama. Adapun Kimi, yang berasal dari Fakultas Biologi, bertugas sebagai ketua pelaksana.
Raihan dua medali emas tersebut menjadi hasil dari kerja kolektif para anggota yang berasal dari berbagai fakultas dan angkatan. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang pembelajaran di luar kelas.
Selain mengembangkan kemampuan bermusik, para anggota belajar mengelola waktu, membangun kerja sama, mengatur kegiatan, mencari pendanaan, dan menjalankan tanggung jawab bersama.
Prestasi di Bandung Choral Festival 2026 diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Unsoed lainnya untuk mengembangkan potensi dan berani berkompetisi, meskipun harus menghadapi berbagai keterbatasan.
Bagi 36 mahasiswa tersebut, dua medali emas bukan hanya penghargaan atas kemampuan bernyanyi. Capaian itu juga menjadi bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan tekad bersama dapat mengantarkan mereka kembali ke panggung internasional dengan membawa pulang prestasi membanggakan.
Editor: Eddie Prayitno