Pemkab Temanggung Asesmen 87 Siswa Disabilitas untuk Pendidikan Inklusif
TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Temanggung, menggelar asesmen terhadap 87 peserta didik penyandang disabilitas untuk memetakan kemampuan, potensi, dan kebutuhan belajar mereka sebagai upaya mewujudkan pendidikan inklusif yang tepat sasaran.
Program yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung tersebut resmi dibuka di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan tim asesor dari Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kepala Dindikpora Temanggung dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
“Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Asesmen ini bukan untuk melabeli, melainkan untuk menemukan potensi terbaik mereka dan memberikan dukungan yang paling tepat agar mereka bisa berkembang maksimal di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan asesmen tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan layanan pendidikan diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap sekolah dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih sesuai sehingga peserta didik penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar secara optimal.
Asesmen melibatkan tenaga ahli pendidikan khusus dan psikologi yang melakukan penilaian melalui observasi perilaku, wawancara dengan orang tua dan guru, serta tes psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Hasil asesmen selanjutnya menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI), termasuk menentukan metode pembelajaran dan program kompensatorik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala SDN Sunggingsari, Anastasia Nana, mengatakan asesmen tersebut membantu guru memahami kebutuhan anak secara lebih mendalam sehingga dapat menyusun program pembelajaran yang tepat.
“Asesmen bermanfaat untuk anak-anak, terutama sebagai guru, kami akan menyusun PPI yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Asesmen juga akan kami gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam program kompensatorik anak,” katanya.
Ia mengatakan sekolahnya siap menerima peserta didik penyandang disabilitas karena para guru telah mengikuti bimbingan teknis pendidikan inklusif yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun melalui platform Ruang GTK.
Menurut dia, proses asesmen juga menjadi kesempatan bagi guru untuk terus belajar dalam mendampingi peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Sementara itu, tim asesor dari Departemen PLB Fakultas Ilmu Pendidikan UNY turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Salah satu asesor, Dr. Aini, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam memperluas layanan pendidikan inklusif yang menjangkau peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kami dari Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNY sangat mengapresiasi adanya kegiatan asesmen siswa dari berbagai jenjang, bahkan dari level PAUD sampai dengan merambah ke PKBM,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan jajaran pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bagi semua melalui implementasi pendidikan inklusif yang lebih optimal.
Menurut dia, hasil asesmen nantinya dapat menjadi rekomendasi bagi guru, sekolah, maupun orang tua dalam mengoptimalkan kemampuan peserta didik.
Dengan demikian, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya dan tidak tertinggal dalam proses pendidikan.
Tim asesor UNY yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas tenaga ahli pendidikan khusus atau orthopedagog dan psikolog yang melakukan pemantauan terhadap peserta didik penyandang disabilitas.
Surani, orang tua peserta didik penyandang disabilitas asal Pendowo, Kecamatan Kranggan, berharap asesmen tersebut dapat membantu anaknya memperoleh pendampingan belajar yang lebih sesuai.
Ia mengatakan anaknya selama ini cenderung lebih cepat bosan dan mudah lelah ketika mengikuti kegiatan belajar.
“Harapan saya sebagai orang tua, anak saya bisa membaca, menulis, dan belajar bersama dengan anak-anak lain seusianya. Semoga dengan adanya tes ini Bapak/Ibu guru bisa mendampingi anak saya sampai lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga ahli, dan orang tua, layanan pendidikan inklusif dapat semakin optimal.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, serta mendukung perkembangan dan kemandirian peserta didik penyandang disabilitas
TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Temanggung, menggelar asesmen terhadap 87 peserta didik penyandang disabilitas untuk memetakan kemampuan, potensi, dan kebutuhan belajar mereka sebagai upaya mewujudkan pendidikan inklusif yang tepat sasaran.
Program yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung tersebut resmi dibuka di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan tim asesor dari Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kepala Dindikpora Temanggung dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
“Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Asesmen ini bukan untuk melabeli, melainkan untuk menemukan potensi terbaik mereka dan memberikan dukungan yang paling tepat agar mereka bisa berkembang maksimal di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan asesmen tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan layanan pendidikan diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap sekolah dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih sesuai sehingga peserta didik penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar secara optimal.
Asesmen melibatkan tenaga ahli pendidikan khusus dan psikologi yang melakukan penilaian melalui observasi perilaku, wawancara dengan orang tua dan guru, serta tes psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Hasil asesmen selanjutnya menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI), termasuk menentukan metode pembelajaran dan program kompensatorik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala SDN Sunggingsari, Anastasia Nana, mengatakan asesmen tersebut membantu guru memahami kebutuhan anak secara lebih mendalam sehingga dapat menyusun program pembelajaran yang tepat.
“Asesmen bermanfaat untuk anak-anak, terutama sebagai guru, kami akan menyusun PPI yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Asesmen juga akan kami gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam program kompensatorik anak,” katanya.
Ia mengatakan sekolahnya siap menerima peserta didik penyandang disabilitas karena para guru telah mengikuti bimbingan teknis pendidikan inklusif yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun melalui platform Ruang GTK.
Menurut dia, proses asesmen juga menjadi kesempatan bagi guru untuk terus belajar dalam mendampingi peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Sementara itu, tim asesor dari Departemen PLB Fakultas Ilmu Pendidikan UNY turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Salah satu asesor, Dr. Aini, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam memperluas layanan pendidikan inklusif yang menjangkau peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kami dari Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNY sangat mengapresiasi adanya kegiatan asesmen siswa dari berbagai jenjang, bahkan dari level PAUD sampai dengan merambah ke PKBM,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan jajaran pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bagi semua melalui implementasi pendidikan inklusif yang lebih optimal.
Menurut dia, hasil asesmen nantinya dapat menjadi rekomendasi bagi guru, sekolah, maupun orang tua dalam mengoptimalkan kemampuan peserta didik.
Dengan demikian, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya dan tidak tertinggal dalam proses pendidikan.
Tim asesor UNY yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas tenaga ahli pendidikan khusus atau orthopedagog dan psikolog yang melakukan pemantauan terhadap peserta didik penyandang disabilitas.
Surani, orang tua peserta didik penyandang disabilitas asal Pendowo, Kecamatan Kranggan, berharap asesmen tersebut dapat membantu anaknya memperoleh pendampingan belajar yang lebih sesuai.
Ia mengatakan anaknya selama ini cenderung lebih cepat bosan dan mudah lelah ketika mengikuti kegiatan belajar.
“Harapan saya sebagai orang tua, anak saya bisa membaca, menulis, dan belajar bersama dengan anak-anak lain seusianya. Semoga dengan adanya tes ini Bapak/Ibu guru bisa mendampingi anak saya sampai lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga ahli, dan orang tua, layanan pendidikan inklusif dapat semakin optimal.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, serta mendukung perkembangan dan kemandirian peserta didik penyandang disabilitas
Editor: Eddie Prayitno