Begini Kisah Relawan Bakti BUMN 2025 Mengajar di Daerah Mandalika

Eddhie Prayitno
Tantida Isa saat menjalani Relawan Bakti BUMN Batch VIII Mandalika 2025. Dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Pengabdian bukan hanya tentang memberi ilmu atau bantuan, tetapi juga meninggalkan ikatan emosional, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Semuanya itu akan memberikan energi positif bagi semua pihak, serta harapan yang berkelanjutan bagi masa depan mereka. Pengalaman tersebut dirasakan Tantida Isa, Kepala Sub Seksi Komunikasi Perusahaan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah yang terpilih menjadi Relawan Bakti BUMN Batch VIII Mandalika 2025.

“Momen yang paling menyentuh bagi saya adalah ketika selesai mengajar di SD Ngolang. Siswa dengan penuh ketulusan mengucapkan terima kasih dan meminta agar tetap menjalin komunikasi melalui media sosial maupun WhatsApp meskipun program Relawan Bakti BUMN telah selesai,” ujarnya Jumat 29 Agustus 2025.

Srikandi Perhutani ini terpilih dari ribuan peserta yang lolos mewakili Perum Perhutani dalam kegiatan pengabdian yang berlangsung pada 14–18 Agustus 2025 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Menjadi bagian dari Relawan Bakti BUMN adalah pengalaman sangat berharga yang membanggakan. Merupakan sebuah kehormatan bisa membawa nama Perhutani dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Mandalika. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi serta menumbuhkan semangat pengabdian generasi muda BUMN,” ujar Tantida Isa.

Partisipasi ini menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung kebijakan Kementerian BUMN di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Melalui program Relawan Bakti BUMN, perusahaan berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai pengelola hutan yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

“Sebagai Perhutani, kami meyakini bahwa pelestarian hutan selalu sejalan dengan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Penanaman pohon tabebuya di area sirkuit, menjadi contoh nyata bahwa penghijauan bukan hanya menjaga ekosistem. Tetapi juga memberi nilai tambah bagi keindahan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan yang dapat dinikmati masyarakat luas,” terangnya.

Selama penugasan, Tantida Isa terlibat dalam sejumlah program, antara lain BUMN Mengajar di Mandalika Child Learning Center (MCLC) dan SD Ngolang, Handycraft Education bagi UMKM lokal.

Ada juga aksi Pencegahan Stunting, Konservasi Budaya melalui Mayalaka Night, Penanaman Pohon di kawasan Sirkuit Mandalika, serta edukasi Integrated Farming System di Desa Kuta.

Kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, mulai dari peningkatan motivasi belajar anak-anak, dukungan gizi bagi ibu dan balita, hingga pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

Upaya penghijauan dan pelatihan pertanian juga memberikan kontribusi bagi kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

Kontribusi Perhutani semakin terasa ketika Tantida Isa membawa produk unggulan Madu Perhutani untuk dibagikan kepada anak-anak Mandalika.

Kehadiran produk ini menjadi dukungan kesehatan sekaligus memperkenalkan hasil hutan Perhutani kepada generasi muda.

“Jangan pernah takut untuk mengabdi. Banyak anak muda merasa ragu karena merasa belum mampu atau tidak memiliki kompetensi, padahal pengabdian bukan hanya soal memberi, tetapi juga kesempatan untuk belajar,” pungkasnya.

Program Relawan Bakti BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN untuk menghadirkan kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diikuti total 100 peserta (masing-masing 10 peserta di 10 lokasi) seluruh perusahaan BUMN yang diseleksi dari ribuan pendaftar.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network