Pantau Kesiapan Nataru, Pemkab Gunungkidul Tekankan Toleransi dan Refleksi Akhir Tahun

Kismaya
Pantau Kesiapan Nataru, Pemkab Gunungkidul Tekankan Toleransi dan Refleksi Akhir Tahun. Foto : iNewsPantura.id/ Kismaya

GUNUNGKIDUL, iNewsPantura.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama unsur Forkopimda dan jajaran Kepala OPD melakukan pemantauan langsung ke sejumlah gereja serta pos pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan ibadah umat Kristiani berjalan aman dan khidmat, sekaligus menjamin kelancaran arus lalu lintas selama momentum libur akhir tahun.

Saat meninjau GKJ Wonosari, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima laporan bahwa sekitar 3.000 jemaat diperkirakan akan mengikuti rangkaian ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta Wahyu.

Bupati Endah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan beragama sebagaimana diamanatkan undang-undang, serta berharap perayaan Natal dapat semakin memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.

“Pemerintah berkomitmen melindungi kebebasan beribadah dan berharap momentum ini semakin mempererat rasa toleransi,” ujar Bupati Endah usai peninjauan.

Ia menambahkan, Gunungkidul selama ini dikenal memiliki indeks toleransi antarumat beragama yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Nataru.

Selain aspek peribadatan, perhatian juga diberikan pada pengaturan lalu lintas. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti Posko Siyono dan kawasan pintu gerbang Hargodumila yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan.

Bupati menjelaskan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, serta aparat kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus di titik-titik rawan kepadatan.

Terkait perayaan malam pergantian tahun, Bupati Endah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memutuskan tidak menggelar acara di kawasan alun-alun maupun pusat kota.

“Sebagai gantinya, kegiatan akan dipusatkan di Pantai Sepanjang dengan agenda refleksi akhir tahun, doa bersama, serta peluncuran tagline pariwisata baru,” jelasnya.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatera yang tengah dilanda bencana. Pemerintah daerah memilih menghindari kegiatan yang bersifat hura-hura maupun pemborosan anggaran.

“Pergantian tahun kali ini kita maknai sebagai momentum refleksi, rasa syukur, dan doa demi keselamatan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Bupati Endah.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network