TEMANGGUNG, iNewsPantura.id – Perayaan malam tanjn baru kali dilakukan dengan cara yang berbeda di Temanggung Jawa Tengah. Todak ada pesta kembang api dan pentas lain, hanya kegiatan mujahadah dan doa bersama.
Mujahadah dan doa bersama bersama pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 di Pendopo Pengayoman Temanggung, Rabu malam tadi.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, mengatakan, bencana yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air menjadi pengingat bagi semua bahwa kehidupan ini sangat rapuh dan sepenuhnya berada dalam kuasa Tuhan.
"Duka yang dirasakan oleh masyarakat Aceh dan Sumatera Utara dan Sumater Barat hari ini adalah duka kita bersama. Oleh karena itu, melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar para korban diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan, dan semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," katanya.
Saat mujahadah dan doa bersama, ikut dipanjatkan doa agar Kabupaten Temanggung senantiasa diberi perlindungan, dijauhkan dari segala bentuk bencana, serta dianugerahi kondisi yang aman, nyaman, tenteram, dan penuh keberkahan dalam menyongsong Tahun 2026.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan Asisten Pemerintahan bahwa penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun dana lebih dari Rp1,2 miliar.
"Remcananya donasi itu akan disalurkan pada pertengahan bulan Januari mendatang, dan difokuskan untuk pembangunan kembali sekolah di Aceh”, uangkap Bupati.
Jumlah tersebut merupakan wujud nyata dari solidaritas,empati, dan kepedulian masyarakat Temanggung. Atas nama Pemerintah Kabupaten Temanggung, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, ASN, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, relawan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dengan penuh keikhlasan," katanya.
Bupati Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menatap masa depan dengan optimisme dan semangat baru. Tantangan pembangunan ke depan tentu semakin kompleks, namun dengan kebersamaan, kerja keras, inovasi, serta dukungan doa dari seluruh masyarakat mampu memewujudkanTemanggung untuk SEMUA (Sejahtera, bErkelanjutan, Mudah, inklUsif, Aman).
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
