KENDAL, iNewsPantura,id - Sedikitnya ratusan rumah warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Kendal, tepatnya di pusat Kota Kendal, Jawa Tengah, terendam banjir. Genangan air dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter tersebut mengganggu aktivitas warga, bahkan merendam sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah.
Banjir terparah terjadi di Kelurahan Pegulon dan Patukangan, Kota Kendal. Kawasan permukiman yang hanya berjarak sekitar seratus meter dari pusat pemerintahan Kabupaten Kendal ini menjadi wilayah dengan dampak paling besar akibat curah hujan tinggi yang turun hampir seharian.
Ketinggian air di permukiman warga mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa, hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat warga tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Daerah tersebut memang diakui sebagai kawasan langganan banjir setiap kali hujan deras turun dan Sungai Kendal meluap.
Banjir mulai masuk ke pemukiman warga sejak Rabu malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah Kendal sejak Rabu siang hingga Kamis dini hari. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air Sungai Kendal meningkat dan meluap ke permukiman di sekitarnya.
Warga mengeluhkan belum adanya penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. Bahkan, dalam sebulan kawasan ini bisa mengalami banjir hingga lima kali jika hujan turun secara terus-menerus.
Salah satu warga Pegulon, Sunarti, mengatakan banjir yang terjadi kali ini cukup mengganggu karena air masuk ke dalam rumah dan merusak perabotan. Warga berharap adanya solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Luapan Sungai Kendal juga menggenangi permukiman warga di sepanjang aliran sungai. Tercatat, sedikitnya sembilan kelurahan yang dilalui Sungai Kendal turut terdampak, dengan air mulai masuk ke pemukiman sejak Kamis dini hari.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga sempat merendam Rumah Sakit Darul Istiqomah di Kaliwungu serta sejumlah sekolah. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terpaksa diliburkan dan siswa diminta belajar dari rumah masing-masing.
Selain itu, banjir juga menggenangi Jalur Pantura di wilayah Kota Kendal. Meski genangan tidak terlalu dalam, kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Banyak pengendara sepeda motor memilih menghindari genangan air untuk mencegah kendaraan mogok.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
