KENDAL, iNewsPantura.id - Cuaca yang tidak kondusif menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah kembali dilanda banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengupayakan langkah mitigasi dengan melakukan rekayasa cuaca guna mengurangi intensitas curah hujan, khususnya di daerah yang terdampak bencana banjir.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan rekayasa cuaca dijadwalkan kembali dilaksanakan pada 20 Januari mendatang. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Istighosah dalam rangka peringatan Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama (NU) dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Gedung MWC NU Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Menurut Taj Yasin, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh dinamika cuaca di wilayah Laut Hindia yang berdampak hingga ke Jawa Tengah. Dampak tersebut memicu hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan banjir di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Kudus, Pati, dan Kendal.
“Cuaca saat ini memang tidak kondusif. Ada pengaruh dari cuaca di Laut India yang berdampak hingga Jawa Tengah. Karena itu, kami kembali melakukan rekayasa cuaca untuk mengurangi curah hujan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan rekayasa cuaca meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Selain upaya teknis, Taj Yasin juga memohon doa agar seluruh rangkaian pelaksanaan rekayasa cuaca dapat berjalan lancar, termasuk doa dari jajaran pengurus MWC NU Kaliwungu yang tengah menggelar istighosah.
Sementara itu, Istighosah dan peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan penguatan organisasi tersebut diikuti seluruh pengurus MWC NU Kecamatan Kaliwungu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran dan soliditas pengurus dalam membawa organisasi Nahdlatul Ulama ke arah yang lebih baik.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Kaliwungu, Moh Sholeh, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Harlah NU sekaligus Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
“Harapannya semoga membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Ketua PCNU Kendal, KH Mustamsikin, menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama Kendal telah menjalin koordinasi dengan Bupati Kendal untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Kendal menjadi Baldatun Thayyibatun.
Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan dan penguatan organisasi seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kendal.
Bupati juga mengingatkan bahwa saat ini wilayah Jawa Tengah telah memasuki musim penghujan. Berdasarkan informasi dari BMKG, pada periode 16 hingga 21 Januari diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
