PURWOREJO, iNewsPantura.id — Bupati Purworejo Yuli Hastuti meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo pada Jumat (16/1/2026).
Peresmian ini menjadi bagian dari dukungan konkret daerah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia.
Acara peresmian dan tasyakuran yang digelar di Desa Sidomulyo tersebut dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan sekolah penerima manfaat, serta Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional (BGN) Kolonel (Purnawirawan) Kuswanto.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan bahwa kehadiran SPPG Sidomulyo merupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG Sidomulyo sebagai bagian dari ikhtiar bersama mendukung program Bapak Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis. Program ini sangat luar biasa dan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia sejak dini,” ujar Yuli Hastuti.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola SPPG, hingga masyarakat.
“Program ini bisa berjalan dengan baik apabila kita semua bersinergi. Pemerintah daerah siap mendukung dari sisi regulasi, koordinasi, hingga pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional (BGN) Kolonel (Purn) Kuswanto menjelaskan bahwa pendirian SPPG merupakan bagian penting dari sistem nasional pemenuhan gizi yang terintegrasi dan terukur.
“SPPG ini bukan sekadar dapur layanan, tetapi bagian dari sistem besar Badan Gizi Nasional dalam menjamin kualitas, kuantitas, serta akuntabilitas anggaran program Makan Bergizi Gratis,” kata Kuswanto.
Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan dalam program MBG dilakukan secara ketat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.
“Dari sisi keuangan, BGN memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengelola SPPG harus memahami tata kelola anggaran, standar operasional, serta pelaporan yang baik,” jelasnya.
Kuswanto juga mengapresiasi kesiapan SPPG Sidomulyo yang dinilai telah memenuhi standar dasar operasional, mulai dari sarana prasarana, kebersihan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Dengan diresmikannya SPPG Sidomulyo, Kabupaten Purworejo diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi, khususnya bagi peserta didik, serta mendukung upaya nasional dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Peresmian ditandai dengan doa bersama pemotongan pita dan peninjauan langsung fasilitas SPPG oleh Bupati Purworejo dan perwakilan Badan Gizi Nasional, sekaligus menjadi simbol dimulainya operasional layanan pemenuhan gizi di wilayah Desa Sidomulyo.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
