KEBUMEN, iNewsPantura.id – Kecelakaan maut melibatkan kereta api dan truk tronton terjadi di perlintasan sebidang Kereta Api Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026) malam. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WIB dan mengakibatkan pos penjaga perlintasan hancur.
Sebuah truk tronton bernomor polisi L-8861-UC tertabrak rangkaian kereta api yang sedang melintas. Benturan keras membuat badan truk terseret hingga menghantam pos penjaga perlintasan, menyebabkan bangunan pos rusak parah dan material bangunan berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi sementara di lapangan, truk melaju dari arah timur. Pada saat bersamaan, rangkaian kereta api juga datang dari arah yang sama. Ketika truk berada tepat di area perlintasan rel, tabrakan tidak dapat dihindari.
Salah seorang saksi mata, Somad, menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sangat cepat. Ia mengaku mendengar suara benturan keras saat kereta melintas.
“Suaranya keras sekali, seperti ledakan. Setelah itu saya lihat truk sudah tertabrak kereta dan terseret sampai menghantam pos penjaga,” ujar Somad di lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, penjaga pos perlintasan mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian bersama PT KAI dan unsur terkait masih melakukan pengamanan lokasi, evakuasi kendaraan, serta pendataan korban dan kerusakan. Proses penanganan kecelakaan ini sempat menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sekitar perlintasan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap fungsi palang pintu perlintasan, rambu peringatan, serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Sementara itu, informasi resmi terkait kondisi awak kereta api serta dampak insiden terhadap perjalanan kereta api masih menunggu keterangan lanjutan dari pihak kepolisian dan PT KAI.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
