KENDAL,iNewsPantura.id – Suara ledakan keras mengejutkan warga Dusun Ngloyo, Desa Trimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Rabu pagi. Ledakan tersebut berasal dari sebuah gudang rumah produksi petasan dan mengakibatkan satu orang pekerja mengalami luka serius.
Korban diketahui bernama Dio Faras, warga Damarjati, Sukorejo. Ia menderita luka bakar dan patah tulang (fraktur) pada kaki kiri akibat percikan ledakan saat berada di dalam gudang. Warga yang mendengar teriakan korban segera memberikan pertolongan dan membawanya ke Rumah Sakit Islam Muhammadiyah 2 Patean untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Sukorejo AKP Sugiyono membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, ledakan terjadi di rumah milik Zoga Arsyadana yang selama ini digunakan sebagai tempat produksi petasan.
“Benar, ada laporan ledakan dari gudang pembuatan petasan. Warga mendengar suara keras dari lokasi tersebut,” ujar AKP Sugiyono saat dikonfirmasi.
Berdasarkan keterangan sementara, kejadian bermula ketika korban datang bekerja pada pagi hari dan masuk ke dalam gudang untuk melakukan persiapan produksi. Saat itulah terdengar suara ledakan keras dari dalam ruangan.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar gudang. Namun, kaki kirinya terkena percikan ledakan yang menyebabkan luka bakar cukup parah dan dugaan patah tulang.
Diketahui, Dio Faras baru bekerja di rumah produksi tersebut selama tiga hari. Sementara aktivitas produksi petasan di lokasi itu telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Dari hasil pemeriksaan awal, pemilik usaha diketahui membeli bahan baku pembuatan petasan melalui aplikasi daring pada 10 Februari 2026. Bahan yang dibeli antara lain belerang sebanyak 20 kilogram, potasium klorat 20 kilogram, dan bubuk aluminium sebanyak 25 kilogram.
Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi serta pemilik gudang. Polisi juga mendalami aspek legalitas usaha serta standar keamanan penyimpanan dan pengolahan bahan yang tergolong mudah meledak tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat produksi petasan melibatkan bahan kimia berisiko tinggi yang memerlukan pengawasan ketat dan prosedur keselamatan yang memadai.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
