KENDAL,iNewsPantura.id– Empat gunungan hasil bumi menjadi rebutan ribuan warga yang memadati halaman Masjid Agung Kendal, Selasa 17/02/2026 sore.
Gunungan tersebut sebelumnya diarak keliling Kota Kendal dalam tradisi Grebeg Gunungan dan karnaval menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak siang hari, warga telah memenuhi kawasan masjid untuk menyaksikan kirab budaya yang digelar takmir Masjid Agung Kendal berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.
Tradisi tahunan ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar mencari keberkahan menjelang Ramadan.
Empat gunungan yang diarak terdiri atas gunungan ketupat, gunungan lepet, serta gunungan hasil bumi berisi aneka sayuran dan hasil pertanian masyarakat.
Arak-arakan berlangsung meriah dengan iringan kesenian Islami dan peserta karnaval yang melintasi sejumlah ruas jalan di pusat kota.
Namun suasana berubah riuh saat gunungan tiba kembali di depan masjid. Ribuan warga langsung merangsek maju dan berebut isi gunungan.
Dalam hitungan menit, ketupat, lepet, hingga hasil bumi ludes tak tersisa. Warga meyakini bagian dari gunungan tersebut membawa berkah dan keberuntungan saat menjalankan ibadah puasa.
Aksi saling dorong sempat terjadi. Beberapa ibu-ibu dan anak-anak yang ikut berebut sempat terjatuh di tengah kerumunan.
“Setiap tahun saya selalu ikut. Walaupun harus berdesakan, rasanya senang. Kami percaya ini membawa berkah,” ujar Siti Nasripah, salah satu warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pentas seni Islami, mulai dari rebana, hadrah hingga tari-tarian bernuansa religi yang memukau masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, KH Asroi Tohir, berharap tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah.
“Sehingga selama bulan Ramadan warga Kendal menjalankan kesehariannya lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyebut Grebeg Gunungan dan karnaval merupakan identitas budaya masyarakat muslim Kendal dalam menyambut Ramadan.
“Ini mengajarkan untuk saling menghormati, menjaga harmoni sosial, berbagi, sekaligus melestarikan budaya dengan nilai-nilai Islami,” terangnya.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Kendal serta pelepasan peserta karnaval. Kolaborasi antara takmir Masjid Agung Kendal dan Pemerintah Daerah Kendal ini diharapkan terus menjaga kelestarian tradisi, sejalan dengan semangat Kendal yang berdikari, berdaya, dan berakhlakul karimah.
Di tengah arus modernisasi, Grebeg Gunungan tetap menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
