TEGAL, NewsPantura - Isu keamanan siber yang kian krusial di era ekonomi digital mendorong Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Harkat Negeri menghadirkan Saintek Talk Volume 3 dengan tema “Cybersecurity & AI: Securing the Future of the Digital Economy”. Kegiatan ini digelar pada Jumat, (10/04/2026) di Aula Kampus Mataram.
Kegiatan ini menghadirkan perspektif praktis dari dunia industri, dengan mendatangkan Suprapti McTaggart, Founder & CEO Dark Defensive sekaligus praktisi cybersecurity, sebagai narasumber utama yang mengupas urgensi keamanan digital serta peran strategis kecerdasan buatan dalam menghadapi pesatnya transformasi teknologi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Agung Hendarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari keresahan bersama terkait pentingnya kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi bagi bangsa.
“Mahasiswa Universitas Harkat Negeri memiliki antusiasme yang tinggi untuk belajar cybersecurity, dan Ibu Suprapti juga memiliki keinginan untuk membantu mahasiswa dalam memahami bidang ini,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa ke depan akan terjalin kerjasama strategis antara Universitas Harkat Negeri dengan Dark Defensive melalui penandatanganan kesepakatan bersama dalam bidang pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Cybersecurity dan Artificial Intelligence saat ini sudah sangat melekat satu sama lain. Jika kita tidak mempersiapkan diri sejak awal, maka kita akan tertinggal,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam sesi pemaparannya, Suprapti McTaggart menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis dan rasa ingin tahu mahasiswa terhadap perkembangan teknologi.
“Saya ingin mahasiswa di sini selalu memiliki rasa penasaran terhadap masa depan. Harapannya, saya dapat berkontribusi dalam menghadirkan kurikulum pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga lebih banyak praktik, khususnya dalam bidang cybersecurity dan artificial intelligence,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran di bidang ini perlu diarahkan pada pengalaman langsung agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Harapannya, saya dapat berkontribusi dalam menghadirkan kurikulum pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga lebih banyak praktik. Cybersecurity dan AI bukan hanya tren, tetapi kebutuhan yang akan menjadi pondasi dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan ekonomi digital ke depan,” pungkasnya.
Cybersecurity merupakan tulang punggung kepercayaan dalam ekonomi digital, berfungsi sebagai pelindung transaksi, data, dan infrastruktur dari serangan siber.
Keamanan yang kuat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital, sementara kelemahan siber menyebabkan kerugian finansial, kerusakan reputasi, dan menghambat adopsi digital.
Editor : Yunibar SP
