KENDAL,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan pengiriman sekitar 100 ton sampah per hari ke pabrik Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Semarang sebagai langkah konkret mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Aris Irwanto, menjelaskan bahwa pengiriman tersebut merupakan bagian dari kerja sama regional dalam pengolahan sampah berbasis energi.
“Dari total sampah yang masuk ke TPA Darupono sekitar 191 ton per hari, sebanyak 100 ton direncanakan akan dikirim ke Semarang untuk diolah menjadi energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pabrik PSEL di Semarang memiliki kapasitas hingga 1.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, kontribusi Kabupaten Kendal ditetapkan sekitar 100 ton, sementara sisanya dipenuhi oleh Kota Semarang.
Dengan pengiriman tersebut, volume sampah yang selama ini menumpuk di TPA Darupono diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menekankan bahwa sampah yang dibuang ke TPA hanya berupa residu.
Namun demikian, realisasi pengiriman sampah ke pabrik PSEL masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait sarana transportasi. Saat ini, armada pengangkut sampah yang dimiliki Pemkab Kendal dinilai belum memadai.
“Terdapat 13 truk dan 7 kontainer, namun sebagian besar kondisinya sudah tidak layak. Selain itu, pengangkutan ke PSEL harus menggunakan armada tertutup agar tidak berdampak ke lingkungan,” jelasnya.
Untuk itu, pemerintah daerah merencanakan pengadaan armada baru pada 2027, baik melalui pembelian maupun sistem sewa. Dengan adanya pembaruan tersebut, pengiriman sampah ke Semarang diperkirakan dapat mulai berjalan pada akhir 2027 atau awal 2028.
Selain kesiapan armada, pengiriman sampah juga akan difokuskan pada jenis sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi energi, sementara residunya tetap menjadi kewajiban untuk ditangani lebih lanjut.
Aris menegaskan, pengiriman sampah ke pabrik PSEL menjadi langkah strategis dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah di Kendal, dari sekadar pembuangan menjadi pemanfaatan.
“Ini bagian dari upaya kita agar sampah tidak hanya menumpuk, tetapi bisa dimanfaatkan menjadi energi yang berguna,” tandasnya.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
