Banyumas Ngibing, 24 Jam Menari Hadirkan Penari Luar Negeri

Mas Sal
Panitia dan Bupati saat memberikan keterangan acara Banyumas Ngibing 25 jam menari di Pendopo si Panji. Foto : iNewsPantura.id/ Mas Sal

 

BANYUMAS, iNewsPantura.id – Perayaan Hari Tari Sedunia di Kabupaten Banyumas tahun ini akan berlangsung meriah melalui gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam Menari yang menghadirkan penari dari dalam hingga luar negeri.

Mengusung tema “Beragam Jiwa yang Bebas Menyatu dalam Bumi” (Souls of Diverse, United on Freedom in the Earth), acara ini merefleksikan harmoni kehidupan, di mana perbedaan individu, budaya, dan spiritualitas melebur menjadi satu kesatuan di atas tanah pertiwi.

Pagelaran selama 24 jam non-stop ini menjadi wadah untuk merayakan, mengenalkan, sekaligus menghidupkan kembali tradisi ngibing—menari bersama—dalam skala besar. Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan serta mempromosikan kesenian dan budaya khas Banyumas.

Visi utama Banyumas Ngibing adalah memperkenalkan kembali tradisi menari kepada generasi muda agar lebih mencintai identitas daerahnya. Selain itu, seni tradisional diharapkan menjadi ruang kreasi yang dinamis, bukan sekadar warisan masa lalu, sekaligus terintegrasi dengan sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Berbagai misi diusung dalam kegiatan ini, di antaranya menjadi wadah bagi seniman tradisional seperti tari Lengger Banyumasan agar tetap relevan di kalangan generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga menghubungkan pagelaran seni dengan sektor UMKM, sehingga kehadiran ribuan penari dan pengunjung diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 akan digelar pada Sabtu-Minggu, 2–3 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya. Acara ini akan berlangsung di sejumlah titik, seperti Pendopo Adipati Mrapat, kawasan Taman Sari, serta area Kota Lama Banyumas. Puncak acara akan dimeriahkan dengan gebyar kesenian rakyat ebeg di Alun-alun Banyumas pada 3 Mei 2026 pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai sanggar di Banyumas dan sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Madura. Tak hanya itu, penari dari mancanegara seperti Jerman, Jepang, Meksiko, Amerika Serikat, dan Malaysia juga akan turut ambil bagian.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut positif gelaran ini sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Banyumas Ngibing 24 Jam Menari ini menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi budaya lokal agar semakin dikenal luas, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, penggagas acara, Riyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi yang terbuka untuk semua kalangan.

“Kami ingin menjadikan ngibing sebagai ruang ekspresi bersama yang inklusif. Siapa saja bisa menari, tanpa batas usia maupun latar belakang, bahkan hingga melibatkan penari dari mancanegara,” jelasnya.

Dalam gelaran ini, panitia juga menyiapkan berbagai penghargaan, seperti Penari 24 Jam, tiga pertunjukan terbaik, komunitas terjauh, penari tertua dan termuda, hingga sanggar dengan anggota terbanyak.

Selain pertunjukan tari selama 24 jam, rangkaian acara juga mencakup pertunjukan musik tradisi dan modern, pameran UMKM, show mural art 24 jam, serta pertunjukan ebeg yang menjadi ciri khas kesenian rakyat Banyumas.

Melalui Banyumas Ngibing, diharapkan seni tari tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang kebersamaan yang inklusif serta mampu mengangkat budaya lokal Banyumas ke panggung nasional hingga internasional.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network