Sedekah GENTING Dinsos P3AP2KB Kudus Sasar Anak Berisiko Stunting

Nur Choiruddin
Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menyerahkan bantuan pemenuhan gizi kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting melalui program Sedekah GENTING di sejumlah desa. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan preventif dan pendampingan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus melalui program Sedekah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digelar pada Jumat (3/7/2026).

Melalui program tersebut, Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, bersama jajaran turun langsung mengunjungi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting di sejumlah desa. Kunjungan tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan kondisi anak, memberikan edukasi kepada orang tua, serta memperkuat pendampingan agar proses tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkelanjutan.

Empat anak yang menjadi sasaran dalam kegiatan kali ini yakni Ayana Keilana, putri Slamet, warga Desa Megawon, Kecamatan Jati; Fela Haura Salsabila, putri Fery Gunawan, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae; Namira Akyar Al Mahyra, putri Joko Satrio, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo; serta Muh Khalif Arshaka, putra Muhlisin, warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Masing-masing keluarga menerima paket bantuan pemenuhan gizi yang berisi telur, beras, minyak goreng, daging, susu, perlengkapan anak, serta kebutuhan penunjang lainnya. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi anak selama masa intervensi.

Putut Winarno menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 

1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Upaya pencegahan stunting dimulai sejak kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan. Itu merupakan masa golden age sehingga pertumbuhan anak harus terus dipantau dan dievaluasi. Ketika ada rekomendasi bahwa seorang anak berisiko stunting, maka harus segera dilakukan intervensi agar berat badan dan tinggi badannya kembali sesuai standar pertumbuhan. Yang kami lakukan adalah mengintervensi anak berisiko stunting, bukan anak yang sudah mengalami stunting. Fokus kami adalah pencegahan," ujarnya.

Menurut Putut, Pemerintah Kabupaten Kudus menerapkan pendekatan by name by address, sehingga setiap anak yang teridentifikasi berisiko stunting memperoleh pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan keluarganya.

"Intervensi dilakukan secara cepat melalui pendekatan by name by address. Kami memberikan dukungan hingga tingkat desa agar penanganannya benar-benar tepat sasaran. Setiap bulan kami turun ke desa untuk memastikan pendampingan berjalan secara optimal," katanya.

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan pangan. Pendampingan secara berkelanjutan menjadi faktor penting untuk memastikan perkembangan berat badan dan tinggi badan anak terus meningkat hingga sesuai standar usianya.

Karena itu, Dinsos P3AP2KB menjadikan Sedekah GENTING sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat pertama setiap bulan. Program tersebut sekaligus menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam membantu keluarga yang memiliki anak berisiko stunting melalui semangat gotong royong.

"Ini merupakan sedekah stunting dari masyarakat untuk masyarakat. Harapannya tumbuh kepedulian antarwarga dalam membantu keluarga yang memiliki anak berisiko stunting," jelasnya.

Seluruh desa sasaran, lanjut Putut, akan terus dikunjungi secara berkala. Selain memastikan bantuan tersalurkan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi anak sebagai bahan evaluasi efektivitas intervensi.

"Kami ingin pendampingan tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Setiap bulan kami kembali untuk melihat perkembangan anak. Tujuan akhirnya adalah memastikan anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting dapat tumbuh sehat dan normal sesuai usianya," imbuhnya.

Program GENTING merupakan gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan pemenuhan gizi, pendampingan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Di Kabupaten Kudus, program tersebut dikembangkan menjadi Sedekah GENTING yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun sistem pendampingan yang berkesinambungan. Intervensi dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan pemantauan sehingga setiap anak memperoleh penanganan yang tepat sesuai kebutuhannya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, kader pendamping keluarga, tenaga kesehatan, dunia usaha, serta masyarakat, Dinsos P3AP2KB optimistis angka stunting di Kabupaten Kudus dapat terus ditekan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang cukup, tumbuh kembang yang optimal, dan masa depan yang lebih sehat.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network