KABUPATEN SEMARANG,iNewsPantura.id – Penguatan layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari penanggulangan tuberkulosis (TBC) hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan yang digelar Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) di Pakopen, Bandungan, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta, para ketua cabang, relawan, serta perwakilan instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
Selama ini, MSI bersama pemerintah telah terlibat dalam berbagai program pelayanan masyarakat di bidang kesehatan melalui edukasi, penyuluhan, sosialisasi, dan pelacakan penularan TBC. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Ketua Umum MSI, Dr. Supriyanto, M.Pd., mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program yang dijalankan agar dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
"Ke depan kami ingin memperluas gerakan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Milad ini juga menjadi momentum peluncuran kembali logo MSI sebagai simbol semangat baru untuk terus bersinergi dan memberikan dampak yang lebih bermakna," ujarnya.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengapresiasi kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung berbagai program pelayanan publik. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini telah membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan TBC.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga pelayanan yang diberikan semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Heri Purnomo, SKM, MKes, menilai keterlibatan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung target Eliminasi TBC Tahun 2030. Upaya tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan para relawan yang terlibat secara langsung di lapangan.
"Kami berharap MSI terus bergerak bersama pemerintah hingga target Eliminasi TBC Tahun 2030 dapat tercapai," katanya.
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rahmad Winarto, SH, menambahkan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor. Ia berharap sinergi yang telah berjalan tidak hanya berfokus pada penanganan TBC, tetapi juga diperluas untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dan sosial.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
