Semarang Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Era AI Lewat Budaya Ilmiah Sejak Dini

Dimas Yuli
Walikota membuka Penyisihan Lomba Sains Anak Kota Semarang 2026. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Semangat membangun generasi yang cerdas, inovatif, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mewarnai pembukaan Babak Penyisihan Lomba SiNARAN (Sains Anak Kota Semarang) 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, kompetisi sains bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan upaya menanamkan budaya ilmiah sejak usia dini sebagai fondasi kemajuan Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat membuka secara resmi babak penyisihan SiNARAN 2026 di Ballroom Balairung Astina, UTC Hotel.

Sebanyak 550 pelajar jenjang SD dan SMP mengikuti babak penyisihan setelah berhasil lolos dari proses seleksi yang diikuti 6.292 pendaftar dari seluruh Kota Semarang. Peserta berasal dari sekolah negeri, swasta, madrasah, hingga jalur pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.

Menurut Agustina, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat terhadap sains terus tumbuh dan kesempatan untuk belajar ilmu pengetahuan terbuka bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang pendidikan.

"Hari ini kita tidak sekadar memulai perlombaan, tetapi sedang menumbuhkan budaya ilmiah di Kota Semarang," ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya ilmiah bukan hanya tentang menguasai teori atau memperoleh nilai tinggi. Lebih dari itu, budaya ilmiah adalah membiasakan anak untuk bertanya, mencari jawaban, menguji gagasan, hingga menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan bukti.

Kemampuan berpikir kritis tersebut, lanjut Agustina, menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat, terutama dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam berbagai bidang kehidupan.

Untuk memotivasi para peserta, Agustina mengangkat kisah sukses Albert Eng, siswa Singapore Intercultural School Semarang yang berhasil meraih medali emas pada Final World Mathematics Invitation 2026 di Jepang. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa anak-anak Semarang memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional apabila diberikan ruang belajar yang tepat.

"Prestasi itu membuktikan bahwa anak-anak Kota Semarang mampu bersaing di panggung dunia ketika diberi kesempatan untuk berkembang dan dibiasakan mencintai sains," katanya.

Lomba SiNARAN 2026 merupakan program pengembangan talenta sains yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang. Tahun ini kompetisi mengusung tema Penguatan Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking) bagi peserta didik SD/MI dan SMP/MTs sederajat.

Dari babak penyisihan, panitia akan memilih 60 finalis yang terdiri atas 30 peserta jenjang SD dan 30 peserta jenjang SMP untuk berlaga pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.

Agustina berharap SiNARAN tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu membangun ekosistem pendidikan berbasis riset dan inovasi di Kota Semarang.

"Semoga dari ruangan ini lahir calon-calon ilmuwan, peneliti, inovator, dan pemimpin masa depan yang akan membawa Kota Semarang semakin cerdas, semakin inovatif, dan semakin berdaya saing," pungkasnya.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network