Pelaku UMKM Salatiga Didorong Lebih Aktif Ikut Pengadaan

Lurisa Lulu
Sosialisasi dan simulasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik. dokumen

SALATIGA,iNewsPantura.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus memperkuat transformasi digital di bidang pengadaan barang dan jasa. Melalui sosialisasi dan simulasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 5, aparatur pemerintah dan pelaku usaha dibekali pemahaman teknis agar siap mengimplementasikan sistem baru yang terintegrasi dengan Akun Inaproc.

Dalam sambutannya, Walikota Salatiga Robby Hernawan menegaskan transformasi digital dalam pengadaan barang dan jasa merupakan langkah yang tidak dapat dihindari. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, baik aparatur pemerintah maupun pelaku usaha, harus siap beradaptasi dengan sistem yang lebih modern.

“Transformasi pengadaan barang dan jasa merupakan sebuah keniscayaan yang harus disambut dengan kesiapan penuh, baik oleh aparatur maupun pelaku usaha di Kota Salatiga,” ujar Robby.

Menurutnya, penerapan SPSE Versi 5 yang terintegrasi dengan Akun Inaproc akan menghadirkan proses pengadaan yang lebih cepat, mudah, efisien, transparan, dan akuntabel.

Selain meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, sistem baru tersebut juga diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK), untuk ikut berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Robby pun mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi agar mampu bersaing dalam sistem pengadaan berbasis digital.

"Kami ingin semakin banyak pelaku usaha lokal yang terlibat dalam pembangunan daerah melalui pengadaan pemerintah. Karena itu, kesiapan menghadapi sistem digital menjadi hal yang sangat penting," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Salatiga, Junirispinuddin Serunting, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman teknis sekaligus pendampingan kepada para pelaku pengadaan dan penyedia jasa.

Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai implementasi SPSE Versi 5, tetapi juga dibimbing secara langsung dalam proses memperoleh dan mengaktifkan akun resmi pada platform tersebut.

“Secara khusus, kegiatan ini bertujuan memastikan para pelaku pengadaan dan penyedia jasa berhasil memperoleh serta mengaktifkan akun resmi pada platform SPSE Versi 5, sekaligus memahami aspek teknis penggunaannya melalui pendampingan langsung,” jelas Junirispinuddin.

Melalui penerapan SPSE Versi 5, Pemkot Salatiga menargetkan terwujudnya sistem pengadaan yang semakin efektif, efisien, terbuka, adil, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, digitalisasi ini diharapkan mampu memperluas akses pelaku usaha lokal untuk berkontribusi dalam berbagai proyek pembangunan di Kota Salatiga.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network