SEMARANG,iNewsPantura.id – Lebih dari 7.000 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari berbagai daerah berkumpul di Semarang, Jawa Tengah, dalam apel bersama yang digelar ABPEDNAS dan ASLINMAS.
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat soliditas Linmas. Selain itu, organisasi Linmas mendorong adanya perhatian yang lebih setara dari pemerintah daerah serta pemberdayaan ekonomi bagi para anggotanya.
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS sekaligus Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Prof Reda Manthovani, mengatakan apel bersama tersebut diikuti sekitar 7.000 lebih anggota Linmas.
“Alhamdulillah peserta upacaranya tadi sekitar 7 ribuan, lebih lah ya,” ujar Reda.
Menurut Reda, penguatan soliditas penting agar Linmas memiliki posisi yang lebih kuat dalam menyampaikan aspirasi, khususnya terkait perhatian dan dukungan pemerintah di masing-masing daerah.
“Tujuan daripada kami membentuk asosiasi ini adalah agar di tiap daerah perhatian atau atensi pada Linmas ini setara atau selaras,” katanya.
Ia mengatakan bentuk dukungan terhadap Linmas dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pemerintah daerah. Namun, menurutnya, masih terdapat daerah yang dinilai belum memberikan perhatian optimal kepada anggota Linmas.
“Tujuan kami agar ada kesetaraan. Begitu juga dengan kita dukung juga pemerintah pusat supaya memberikan perhatian,” ujarnya.
Tak hanya memperjuangkan perhatian pemerintah, ABPEDNAS dan ASLINMAS juga mendorong anggota Linmas memiliki sumber penghasilan tambahan melalui berbagai kegiatan produktif.
Sejumlah program pemberdayaan diperkenalkan, di antaranya pembangunan greenhouse, budidaya ayam petelur, serta pengembangan ikan nila dan lele.
Reda mengatakan program tersebut dapat menjadi alternatif bagi anggota Linmas untuk memperoleh penghasilan tambahan, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan insentif dari pemerintah daerah.
“Misalnya belum ada insentif dari pemerintah, tapi mereka bisa upaya sendiri. Ada ayam petelur, ada ikan,” katanya.
Program pemberdayaan tersebut juga didorong melibatkan pengusaha lokal. Kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi anggota Linmas tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Di sisi lain, penguatan Linmas juga dinilai memiliki kaitan dengan terciptanya keamanan lingkungan. Lingkungan yang aman dan kondusif dinilai dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, ABPEDNAS juga memperkenalkan program Jaga Dapur MBG. Program ini membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memantau kualitas makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Reda mengatakan masyarakat dapat mendokumentasikan makanan yang diterima kemudian menyampaikan laporan melalui sistem yang telah disiapkan.
“Jaga Dapur MBG itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan langsung kualitas dari makanan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Aditya Yusma mengatakan pihaknya akan mendampingi ASLINMAS dalam menjalankan berbagai program di daerah.
“ASLINMAS adalah satu-satunya asosiasi Linmas se-Indonesia,” ujar Aditya.
Menurutnya, penguatan organisasi dan pemberdayaan Linmas juga diarahkan untuk mendukung pembangunan dari tingkat desa.
“Tujuan utama kita yang pertama mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, terutama Asta Cita ke-6, membangun dari bawah, dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” katanya.
Dengan apel bersama tersebut, ABPEDNAS dan ASLINMAS menegaskan penguatan Linmas tidak hanya sebatas konsolidasi organisasi. Peran Linmas juga diarahkan semakin luas, mulai dari menjaga keamanan lingkungan, mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, hingga ikut mendorong pengawasan program pemerintah di tingkat masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
