Cegah Radikalisme, BNPT Beri Pelatihan Wirausaha untuk Santri Ponpes Eks JI

Alip Sutarto
BNPT memberikan pelatihan kewirausahaan kepada santri Ponpes Al-Muttaqin Jepara, yang memiliki keterkaitan dengan eks jaringan Jamaah Islamiah. Foto : iNewsPantura.id/ Alip S

JEPARA, iNewsPantura.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar dan pelatihan untuk peningkatan kemampuan kewirausahaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah, pada 10–17 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut mengusung semangat kemerdekaan dengan mendorong terwujudnya Pondok Pesantren Al Muttaqin yang mandiri, moderat, serta bebas dari intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan pascadeklarasi pembubaran Jamaah Islamiah (JI) pada 30 Juni 2024. Program tersebut juga disebut sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, khususnya dalam pembinaan wawasan kebangsaan, keagamaan, serta kewirausahaan.

Kepala PNPT Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono mengatakan, Ponpes Al Muttaqin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pondok pesantren yang memiliki keterkaitan dengan eks Jamaah Islamiah (JI) dan dengan jumlah santri hingga 600 orang. Menurutnya, kegiatan ini upaya mencegah penyebaran paham radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, hingga terorisme di lingkungan pesantren tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan.

“Pesantren ini (Ponpes Al Muttaqqin) dulunya terapiliasi dengan JI, sehingga ini tanggunggung jawab kami, sebagai negara pemerintah untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan dalam konteks kerangka kegiatan deradikalisasi,” ungkap Eddy Hartono, Kepala BNPT, Rabu (12/8/2026). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi BNPT RI dan Densus 88 Antiteror Polri dengan dukungan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial. Pemberdayaan santri dan penguatan ekonomi pesantren dinilai menjadi bagian penting untuk membangun ketahanan masyarakat sekaligus memberikan bekal bagi para santri menghadapi masa depan.

“Prinsipnya adalah pemberdayaan dan kemasyarakatan. Kami bersama-sama berkolaborasi untuk memberikan support dan keterampilan kepada murid-murid pondok pesantren,” ujar Eddy saat Rabu 

Selain seminar kebangsaan dan keagamaan, para santri juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan kewirausahaan yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Pelatihan itu diantaranya teknisi AC (Air Conditioner), barista, pangkas rambut, serta pelatihan konten kreator dan digital marketing.


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, Sartono Munadi menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus setia kepada NKRI sekaligus merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat sekitar. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial.

"Kami berkomitmen untuk setia pada NKRI, serta merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat di sekitar kami tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun latar belakang. Insyaallah ini tidak berhenti hari ini saja. Kami akan mewujudkannya melalui sikap dan kerja nyata sehari-hari, baik di lingkungan pondok maupun di tengah masyarakat," kata Sartono.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan Pemerintah Kabupaten Jepara siap mendukung pengembangan Pondok Pesantren Al-Mutaqqin, termasuk dari sisi sarana dan prasarana maupun kebutuhan pelatihan. Ia melihat masih terdapat sejumlah kebutuhan fasilitas yang perlu mendapat perhatian.

"Tadi saya lihat belum ada yang dicat atau perlu ruangan. Selain sarana prasarana, kebutuhan pelatihan juga bisa kita dukung. Bisa kita sinergikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Witiarso.

Lebih lanjut Witarso mengungkapkan pemberian keterampilan kepada santri diharapkan menjadi modal untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru di lingkungan pesantren. Santri tidak hanya dibekali pendidikan keagamaan, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network