Video Klip Berbasis AI dari Purworejo, Bukti Teknologi Buka Ruang Kreativitas

Joe Hartoyo
Gusta Fitriawan memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan konsep visual video klip lagu “Menunggu CINTAMU” dari Magnetize Band. Foto : iNewsPantura.id/ Joe H

PURWOREJO, iNewsPantura.id - Kreativitas di era digital semakin berkembang dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Salah satunya ditunjukkan oleh Gusta Fitriawan, seorang pemuda asal Purworejo, Jawa Tengah, yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat video klip berbasis AI untuk lagu “Menunggu CINTAMU” – Magnetize Band.

Video klip tersebut menjadi salah satu bentuk eksplorasi kreatif dengan memadukan musik dan teknologi. Melalui AI, ide-ide visual yang sebelumnya membutuhkan proses produksi cukup kompleks dapat dituangkan menjadi sebuah karya audiovisual yang menarik.

Bagi Gusta, AI bukan sekadar teknologi untuk menghasilkan gambar atau video secara otomatis. AI dapat menjadi alat bantu untuk mewujudkan ide, imajinasi, dan kreativitas manusia. Manusia tetap menjadi sumber gagasan dan konsep, sementara AI membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi bentuk visual yang lebih mudah dikembangkan.

" Pemanfaatan AI juga memberikan sejumlah manfaat dalam proses kreatif, antara lain membantu mencari inspirasi, membuat konsep visual, mengeksplorasi berbagai gaya, mempercepat proses produksi, serta memberikan kesempatan kepada kreator dengan keterbatasan peralatan untuk tetap menghasilkan karya, " jelasnya. 

“Menunggu CINTAMU” sendiri merupakan single dari Magnetize Band, yang mengusung nuansa rock romantis. Melalui video klip berbasis AI ini, Gusta mencoba menghadirkan pengalaman visual yang berbeda sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kreativitas musik.

" Kehadiran karya ini juga menjadi gambaran bahwa teknologi AI tidak harus dipandang sebagai pengganti kreativitas manusia. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperluas kemungkinan berkarya, selama tetap digunakan secara kreatif, bertanggung jawab, dan dengan sentuhan manusia, " jelasnya. 

Dari Purworejo, Gusta Fitriawan menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berkreasi. Dengan ide, kemauan belajar, musik, dan teknologi AI, sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai artistik.

“Menunggu CINTAMU” – Magnetize Band pun menjadi salah satu contoh bagaimana musik dan teknologi dapat bertemu, membuka ruang baru bagi para kreator untuk terus bereksperimen dan menghasilkan karya di era digital.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network