Tiga Keluarga Dapat Rumah Baru, PMI Kendal Perkuat Perang Melawan RTLH

Eddhie Prayitno
Bupati dan Ketua PMI Kendal meletakan batu pertama ditandai rehab RTLH. Eddie prayito/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Upaya mengurangi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kendal menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Pemerintah Kabupaten Kendal pun memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) Kendal.

Tahun ini, PMI Kendal membiayai program bedah tiga rumah warga. Langkah tersebut dinilai membantu pemerintah daerah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari mengatakan, penanganan RTLH tidak bisa hanya mengandalkan APBD karena kemampuan fiskal daerah terbatas.

“Alhamdulillah, PMI ikut berkontribusi dalam pemenuhan rumah layak huni bagi warga masyarakat Kendal. Tahun ini ada tiga rumah, sehingga sangat membantu Pemerintah Kabupaten Kendal dalam upaya mengurangi RTLH,” ujar Dyah, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan banyak pihak agar penanganan RTLH dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak warga.

Pemkab Kendal selama ini membangun sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui PSPS. Kolaborasi juga dilakukan bersama PMI dan Baznas.

“Kalau pembangunan RTLH hanya menggunakan APBD, tentunya kami terkendala fiskal. Sehingga kami berkolaborasi dan bersinergi,” jelasnya.

Tak hanya lembaga pemerintah dan organisasi sosial, sektor swasta juga didorong ikut mengambil peran. Pemkab Kendal berharap perusahaan dan pengembang memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

“Kami berharap para pengembang melalui CSR masing-masing juga ikut berkontribusi, sehingga rumah RTLH yang ada di Kabupaten Kendal ini semakin berkurang,” katanya.

Tiga rumah warga yang mendapat bantuan program bedah rumah PMI berada di Desa Caruban, Kecamatan Ringinarum, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri, dan satu rumah di Kecamatan Limbangan.

Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah rampung, rumah tersebut akan diserahterimakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PMI.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Salah satu penerima bantuan, Widiyanto, mengaku bersyukur rumahnya mendapat program bedah rumah.

Widiyanto sehari-hari bekerja sebagai pedagang di sekitar pasar. Ia tinggal bersama istri dan dua anaknya. Keluarganya juga tengah menantikan kelahiran anak ketiga.

“Alhamdulillah sekali. Saya sangat berterima kasih kepada PMI, Bu Wati, seluruh relawan, perangkat, dan semua pihak yang sudah membantu saya,” ungkapnya.

Widiyanto mengaku tidak menyangka rumahnya akan mendapat bantuan. Ia baru mengetahui setelah pihak PMI datang langsung ke rumah.

“Tahu-tahu dari pihak PMI datang ke rumah, kemudian menyampaikan kalau rumah saya akan diajukan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Saya diminta menyiapkan fotokopi KTP dan persyaratan lainnya. Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih,” tuturnya.

Pemkab Kendal berharap pola kolaborasi tersebut terus diperluas. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, pengentasan RTLH diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network