Merti Dusun Siranti Hidupkan Kembali Kisah Nyai Saini dan Warisan Opak Abang

Eddhie Prayitno
Tarian tradisional  ramaikan mertidesa Dusun Siranti Pasigitan Boja Kendal.  dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id – Sejarah Dusun Siranti, Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kembali dihidupkan melalui tradisi Merti Dusun. Digelar akhir Agustus lalu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang syukuran warga, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat cerita leluhur dan kebudayaan yang telah diwariskan turun-temurun.

Di balik rangkaian tradisi itu terdapat sosok Nyai Saini, perempuan yang dipercaya masyarakat sebagai leluhur sekaligus pembabat alas kawasan Siranti dan sekitarnya.

Cerita tentang Nyai Saini selama ini hidup dalam ingatan warga. Ia dikenal sebagai sosok perempuan mandiri yang dipercaya memiliki kesaktian dan memiliki kaitan dengan sejarah awal kawasan Siranti serta perbukitan Gunung Munding.

Pengelola Grup Langen Budoyo Bumi, Eko Diharti, mengatakan masyarakat mempercayai Nyai Saini sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah awal wilayah tersebut.

“Nyai Saini dipercaya sebagai sosok yang kali pertama membuka kawasan Siranti dan sekitarnya, sekaligus menjaga dan merawat perbukitan di sebelah barat,” kata Eko, Kamis (3/9/2026).

Kisah Nyai Saini juga tidak berdiri sendiri. Ceritanya berkelindan dengan kisah Ki Ageng Sigit dan Nyi Sumirah yang berkembang dalam sejarah Desa Pasigitan.

Cerita para leluhur tersebut kemudian diterjemahkan masyarakat melalui rangkaian Merti Dusun. Kegiatan diawali dengan kirab budaya dan gunungan, dilanjutkan selamatan, pemotongan tumpeng, hingga perebutan gunungan.

Rangkaian tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus cara masyarakat menjaga hubungan dengan sejarah dan akar budaya mereka.

Pesan tentang kebersamaan kemudian diperkuat melalui pementasan seni bertajuk “Dari Jiwa yang Jernih Menuju Kebersamaan.”

Pertunjukan dibuka dengan Tari Wening Sukmo yang menggambarkan kejernihan hati dan ketenangan jiwa. Setelah itu, Tari Candik Ayu menghadirkan nuansa kelembutan sebelum dilanjutkan dengan sejumlah tarian kekinian.

Pementasan mencapai puncaknya melalui Tari Massal Opak Abang. Seni pertunjukan khas Desa Pasigitan itu menyatukan para penampil dalam satu gerak dan irama.

Opak Abang sendiri memiliki posisi penting bagi masyarakat Pasigitan. Kesenian tersebut pada 2023 resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Menurut Eko, keterlibatan Opak Abang dalam Merti Dusun menjadi bagian dari upaya memastikan kesenian tersebut tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

“Kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lalu akan terus hidup ketika masyarakat terus memainkan, mengenalkan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Bagi masyarakat Siranti, Merti Dusun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut menjadi ruang bertemunya cerita masa lalu, kehidupan masyarakat saat ini, dan harapan untuk generasi mendatang.

Jejak Nyai Saini, kisah leluhur, kirab budaya, gunungan, hingga Opak Abang menjadi satu rangkaian yang memperkuat identitas masyarakat.

Eko menilai keberadaan tradisi semacam itu penting agar masyarakat, terutama generasi muda, tetap mengenali akar sejarah daerahnya.

“Melalui kegiatan Merti Dusun Siranti, ingatan itu kembali kita hidupkan agar akar sejarah tetap dikenali, budaya tetap tumbuh, dan kebersamaan tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang kelak juga akan kita wariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network