Bertahun-tahun Tak Dikeruk, Sungai Aji Kaliwungu Mulai Dinormalisasi Jelang Musim Hujan

Eddhie Prayitno
Bupati kendal melihat pengerjaan pengerukan sungai Aji di Kaliwungu. eddie prayitno/ iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Sungai Aji di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mulai dikeruk setelah bertahun-tahun mengalami pendangkalan. Sedimentasi yang menumpuk membuat kapasitas sungai menyusut dan meningkatkan risiko luapan ketika hujan deras.

Pengerukan menjadi bagian dari program normalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal di tiga titik berbeda. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp580 juta.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung proses pengerukan Sungai Aji, Kamis (3/9/2026). Ia menyebut kondisi sungai tersebut cukup parah akibat sedimentasi yang telah menumpuk cukup lama.

“Ini juga untuk antisipasi musim hujan sehingga mampu menampung air dan tidak lagi banjir,” ujar Dyah.

Meski Sungai Aji merupakan sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Kendal tetap dapat melakukan pemeliharaan berupa pengerukan sedimentasi.

Dyah menjelaskan, pemerintah kabupaten dapat mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan maupun pengerukan sungai. Namun, kewenangan tersebut tidak mencakup pembangunan atau perbaikan fisik seperti saluran dan tanggul.

Pekerjaan normalisasi Sungai Aji dilakukan menggunakan alat berat. Namun, pengerukan di lapangan menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya keberadaan kabel internet yang melintang di sepanjang sungai. Kabel tersebut harus dirapikan dan diikat terlebih dahulu agar tidak tersangkut atau rusak akibat aktivitas alat berat.

Selain itu, banyaknya jembatan kecil yang melintas di atas sungai juga membatasi ruang gerak alat berat.

“Selain itu banyak jembatan kecil sehingga pengerukan tidak maksimal,” kata Dyah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kendal Sudaryanto mengatakan, normalisasi tidak hanya dilakukan di Sungai Aji.

Ada tiga titik yang menjadi lokasi pengerukan, yakni kawasan Pasar Gladak, Sukomulyo, serta Pantura Gondang, Kecamatan Cepiring.

“Untuk yang di Pasar Gladak ini sepanjang 900 meter, di Sukomulyo 1,9 kilometer dan di Gondang Cepiring 1,3 kilometer,” jelas Sudaryanto.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kendal Nurul Mujib mengatakan, normalisasi Sungai Aji dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat.

Selama musim penghujan, wilayah di sekitar sungai kerap terdampak banjir. Kondisi sungai yang dangkal membuat kemampuan menampung dan mengalirkan air menjadi berkurang.

“Normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat, karena wilayah sekitar Sungai Aji memang sering terdampak banjir saat musim penghujan,” kata Nurul.

Selain sedimentasi, keberadaan sampah di sejumlah titik juga dinilai memperburuk kondisi aliran sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan memperbesar potensi luapan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, pengerukan diharapkan tidak hanya membuat sungai lebih dalam, tetapi juga mengembalikan fungsi aliran air agar lebih optimal menghadapi musim penghujan.

Nurul meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga kondisi sungai. Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai dan ikut merawat lingkungan sekitar.

“Jangan sampai hasil normalisasi ini sia-sia karena sungai kembali dipenuhi sampah,” ujarnya.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network