KENDAL,iNewsPantura.id – Kabupaten Kendal kembali menjadi rujukan pembelajaran tata kelola pemerintahan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Kendal menerima kunjungan Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia yang dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman mengenai pembangunan daerah dan inovasi pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Kendal sebagai lokasi visitasi. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan ini. Kami berharap visitasi ini menjadi media bertukar pikiran, berbagi pengetahuan, serta memperkuat kerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi," ujar Bupati.
Di hadapan peserta PKN, Bupati memaparkan potensi Kabupaten Kendal yang memiliki luas wilayah 1.002,23 kilometer persegi, terdiri atas 20 kecamatan, 266 desa, dan 20 kelurahan. Keberagaman bentang alam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah hingga pesisir, dinilai menjadi modal besar dalam mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, dan pariwisata.
Selain didukung kondisi geografis yang lengkap, Kendal juga memiliki bonus demografi dengan 67,39 persen penduduk berada pada usia produktif dari total 1.076.483 jiwa. Potensi tersebut menjadi kekuatan utama untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Bupati menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Kendal dalam RPJMD 2025–2029 mengusung visi "Kendal Hebat" melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kemandirian pangan, dan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Capaian pembangunan daerah pun menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Kendal tumbuh sebesar 7,99 persen, tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Hingga Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi masih berada di angka 7,86 persen dan tetap menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Bupati, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara meningkatnya investasi, berkembangnya aktivitas industri, tumbuhnya sektor-sektor produktif, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, indikator ketenagakerjaan juga mengalami perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Kendal pada 2025 tercatat sebesar 4,60 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah maupun nasional. Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 76,45 persen.
Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal meningkat menjadi 75,07 pada 2025 dari sebelumnya 74,34 pada 2024. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif juga berdampak pada menurunnya rasio ketimpangan atau Gini Ratio menjadi 0,335, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan perkembangan investasi yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hingga Juni 2026, Kawasan Industri Kendal (KIK) telah menarik 143 investor. Dari jumlah tersebut, 64 perusahaan telah beroperasi, 22 perusahaan masih dalam tahap konstruksi, sembilan perusahaan menjalani proses komisioning, dan 48 lainnya masih dalam tahap perizinan serta administrasi.
Total investasi yang masuk telah mencapai Rp191,4 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 77.799 orang.
Pengembangan kawasan industri juga terus berlanjut melalui pembangunan KEK Tahap II seluas 1.200 hektare. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menandatangani nota kesepahaman dengan investor untuk pembangunan industri kendaraan listrik di Kawasan Industri Seafer dengan nilai investasi Rp15 triliun yang diproyeksikan membuka sekitar 10.000 lapangan pekerjaan baru.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional, Pemerintah Kabupaten Kendal juga terus memperkuat pengendalian inflasi, kemudahan perizinan, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini tercatat 135 koperasi telah beroperasi, terdiri atas 120 Koperasi Desa Merah Putih dan 15 Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Melalui forum visitasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap berbagai pengalaman pembangunan dan inovasi pelayanan publik dapat menjadi referensi bagi peserta PKN LAN RI sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
