KENDAL,iNewsPantura.id – Menjadi tenaga kerja vokasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menguasai mesin, teknologi, dan keterampilan teknis. Sikap disiplin, kemampuan bekerja dalam tim, serta mental yang kuat juga menjadi modal penting ketika mahasiswa nantinya masuk ke dunia industri.
Hal itulah yang menjadi perhatian Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Alih-alih hanya menjalani kegiatan pengenalan kampus, mahasiswa baru Polifurneka lebih dulu menjalani pendidikan karakter melalui program Bela Negara di Bantir, Kabupaten Semarang.
Kegiatan yang menggandeng Rindam IV/Diponegoro tersebut berlangsung selama dua hari satu malam, 2-3 September 2026.
Di lokasi pelatihan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi wawasan kebangsaan. Mereka juga ditempa melalui berbagai pembinaan yang menekankan kedisiplinan, ketangguhan mental, komunikasi, dan kemampuan membangun kerja sama dalam kelompok.
Direktur Polifurneka, Dr Peni Shoffiyati SP MSi, mengatakan pendidikan karakter sengaja diberikan sejak mahasiswa berada di awal masa perkuliahan.
Menurutnya, kemampuan teknis dan karakter merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Terlebih, lulusan Polifurneka diproyeksikan untuk masuk ke lingkungan industri yang membutuhkan tenaga profesional dengan sikap kerja yang baik.
“Dari kegiatan Bela Negara di Bantir bersama Rindam IV/Diponegoro, kami menempa mahasiswa baru dengan disiplin, cinta NKRI, mental yang tangguh, dan komunikasi serta kolaborasi dalam tim,” ujar Peni.
Peni menilai pemaknaan bela negara saat ini sudah jauh berkembang. Bela negara tidak selalu identik dengan aktivitas militer atau mengangkat senjata.
Bagi mahasiswa, lanjut dia, bela negara dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, hingga memberikan kontribusi melalui profesi yang ditekuni.
“Harapannya, dari kegiatan Bela Negara ini, Polifurneka melahirkan SDM vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap membangun bangsa,” tandasnya.
Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang siap bekerja karena memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan budaya kerja dan tuntutan profesionalisme di industri.
Pengelola sekaligus Koordinator Pelatih, Sari Slamet, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara tim pelatih dan Polifurneka dalam memberikan orientasi sekaligus pendidikan karakter kepada mahasiswa baru.
“Kami bekerja sama dengan Politeknik Furnitur Kendal untuk melaksanakan kegiatan orientasi dan pendidikan karakter yang diikuti oleh mahasiswa baru selama dua hari satu malam,” kata Sari.
Ia menjelaskan, orientasi tersebut tidak berhenti pada pengenalan lingkungan maupun pola pembinaan. Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya karakter dalam menentukan keberhasilan mereka di masa depan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai orientasi ke depan dan membentuk karakter yang baik untuk kehidupan mereka mendatang,” ujarnya.
Sari berharap kegiatan pembinaan semacam ini dapat menjadi agenda berkelanjutan melalui kerja sama Polifurneka dan Rindam IV/Diponegoro.
“Harapan kami, para peserta nantinya dapat memiliki karakter yang baik dan bekal yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang. Kami juga berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” tambahnya.
Bagi Polifurneka, pendidikan karakter tersebut menjadi langkah awal sebelum mahasiswa menjalani perjalanan panjang di bangku kuliah. Sebab, ketika kelak memasuki dunia industri, kemampuan bekerja bukan hanya diukur dari apa yang bisa dikerjakan, tetapi juga dari bagaimana seseorang bersikap, bertanggung jawab, dan mampu bekerja bersama orang lain.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
