17 Madrasah di Kabupaten Jepara Dapat Banpres, Total Rp17 Miliar

Alip Sutarto
Peresmian bantuan revitalisasi sarana pendidikan melalui program Bantuan Presiden di Jepara. dokumen

JEPARA,iNewsPantura.id – Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara mendapat bantuan revitalisasi sarana pendidikan melalui program Bantuan Presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Masing-masing madrasah memperoleh anggaran Rp1 miliar, sehingga total dana yang dikucurkan mencapai Rp17 miliar.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah MTs Darul Ulum di Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri. Program rehabilitasi madrasah tersebut diresmikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara Akhsan Muhyiddin, Jumat (18/9/2026).

Peresmian berlangsung dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bersama Abdul Wachid. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di MAN 1 Jepara dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari kalangan guru, komite, wali murid serta elemen pendidikan lainnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengatakan, perbaikan sarana pendidikan harus beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran. Untuk wilayah Jepara, Kudus dan Demak, terdapat 41 madrasah yang menjadi sasaran rehabilitasi melalui program tersebut.

“Kami berharap dengan sekolah yang bagus kualitas pendidikan juga lebih oke,” ujar Abdul Wachid.

Menurut dia, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan fisik sekolah. Kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru madrasah dan guru ngaji, juga perlu menjadi perhatian.

Abdul Wachid menyoroti masih adanya guru madrasah dan guru ngaji yang menerima honor relatif rendah. Ia menyebut sebagian di antaranya hanya memperoleh sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

“Paling tidak sebulan bisa Rp1,5 juta. Ini sedang kami perjuangkan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan fasilitas pendidikan yang layak dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar. Pemkab Jepara, kata dia, juga menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan daerah.

“Dalam membangun bidang pendidikan, saya ingin anak-anak kita mendapatkan tempat belajar yang layak, guru mendapatkan perhatian dan penghargaan yang pantas, mutu pembelajaran bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pemkab Jepara juga berupaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Witiarso menyebut Pemkab Jepara tahun ini mengalokasikan hibah Rp11,2 miliar untuk 132 lembaga pendidikan. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk hibah fisik maupun nonfisik.

Selain itu, sebanyak 390 satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemkab Jepara telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program revitalisasi sarana pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin mengatakan, 17 madrasah yang mendapat bantuan revitalisasi merupakan jumlah terbanyak di Jawa Tengah. Pihaknya berharap alokasi serupa dapat kembali diperoleh Jepara pada tahun depan.

Penguatan fasilitas pembelajaran juga menjadi bagian dari perhatian Kemenag. Setiap madrasah penerima program direncanakan mendapatkan empat unit Interactive Flat Panel (IFP) untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Selain revitalisasi sarana, Kemenag juga mendorong pemerataan akses bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) madrasah. Akhsan menegaskan kesempatan memperoleh program tersebut terbuka bagi madrasah negeri maupun swasta.

“Semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan PIP. Tidak hanya negeri, tapi madrasah juga dapat,” katanya.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network