276 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat, RSUD Batang Penuh hingga Pasien Dirawat di Ruang Seadanya

Suryo Sukarno
Korban dugaan keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD Batang. Sebagian pasien terpaksa ditempatkan di lorong rumah sakit dan ruang seadanya karena ruang perawatan rumah sakit penuh. Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S

BATANG, iNewsPantura.id – Sebanyak 276 korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Di RSUD Batang, puluhan pasien bahkan harus menjalani perawatan dalam kondisi berdesakan lantaran kapasitas ruang perawatan penuh. Sejumlah korban ditempatkan di dua ruangan, yakni Ruang Wijaya Kusuma dan Ruang Diklat. Bahkan puluhan pasien terpaksa dirawat di lorong rumah sakit dengan fasilitas sangat terbatas. 

Kondisi sejumlah pasien masih mengalami pusing, mual, muntah hingga diare. Meski demikian, secara umum kondisi para korban mulai menunjukkan perbaikan dan tetap mendapatkan pemantauan intensif dari petugas medis.

Salah satu korban, Fauzia, siswi MTs, mengaku mengonsumsi menu MBG berupa telur saus bolognese pada Selasa pagi. Menurutnya, makanan tersebut memiliki rasa yang berbeda.

“Rasanya masam dan agak pahit,” ujar Fauzia.

Pada Rabu siang, Fauzia mulai merasakan pusing, mual, muntah dan diare. Kondisinya kemudian memburuk hingga pada Rabu sore dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan serupa dialami Muawanah, seorang guru MTs yang juga mengonsumsi menu MBG tersebut. Setelah makan, ia mengalami sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing hingga akhirnya harus menjalani perawatan di RSUD Batang.

Direktur RSUD Batang, dr. Any Rusydiani, mengatakan saat ini terdapat 41 pasien yang dirawat di RSUD Batang akibat kejadian tersebut.

“Secara keseluruhan kondisi pasien mulai membaik, tetapi masih harus kami pantau secara intensif,” kata dr. Any.

Menurutnya, kondisi rumah sakit yang dipenuhi pasien membuat sebagian korban harus dirawat di ruang dengan fasilitas seadanya. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan pelayanan dan penanganan medis tetap diberikan secara maksimal.

“Karena rumah sakit penuh, ada beberapa pasien yang terpaksa dirawat di ruang seadanya. Namun penanganan medis tetap kami lakukan secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, ratusan korban lainnya masih menjalani observasi dan perawatan di fasilitas kesehatan berbeda. Kondisi para pasien terus dipantau untuk memastikan tidak terjadi perburukan setelah mengalami gejala keracunan.

Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah korban yang masih menjalani perawatan cukup besar. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala pada para korban setelah mengonsumsi makanan MBG.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network