28 Siswa SD di Jeneponto Belajar Deteksi Dini Bahaya Listrik di Sekitar Mereka

doni marendra
Pelajar SD usai mendapatkan edukasi tentang bahaya listrik. dokumen

JENEPONTO,iNewsPantura.id – Sebanyak 28 siswa kelas 6 UPT SD Negeri 3 Bangkala, Kabupaten Jeneponto, mendapat edukasi keselamatan ketenagalistrikan dari PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) V.

Edukasi tersebut dikemas secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami berbagai risiko yang dapat muncul dari penggunaan listrik sehari-hari.

Para siswa diajak mengenali sejumlah potensi bahaya, seperti penggunaan stop kontak secara berlebihan, kabel yang rusak, hingga risiko korsleting listrik.

Mereka juga diperkenalkan dengan tanda-tanda awal gangguan listrik, antara lain munculnya bau hangus, percikan api, serta peralatan listrik yang tiba-tiba tidak berfungsi normal.

Kegiatan berlangsung di UPT SD Negeri 3 Bangkala, Nasara, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala. Selain diikuti para siswa, kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT SD Negeri 3 Bangkala Darmawati, S.Pd., bersama 12 guru dan staf sekolah.

Manager PLN UPMK V Ridwan Harjono mengatakan, pemahaman mengenai keselamatan listrik perlu dikenalkan sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan menyebarkan kebiasaan aman dalam penggunaan listrik di lingkungan sekitarnya.

“Edukasi keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, melainkan sebuah budaya yang perlu ditanamkan sejak usia dini,” kata Ridwan.

Ia berharap siswa dapat menjadi pelopor keselamatan kelistrikan, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan tempat bermain.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa juga mendapat sejumlah pesan keselamatan. Mereka diingatkan untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik dan tidak bermain air di sekitar stop kontak maupun peralatan listrik.

Siswa juga diminta segera melapor kepada orang dewasa apabila menemukan kabel listrik terputus atau kondisi kelistrikan lain yang berpotensi membahayakan.

Sementara itu, General Manager PLN Pusmanpro Aan Ridhoana Fitriaji mengatakan, edukasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar cara menggunakan listrik dengan aman dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini bisa mereka terapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik,” ujarnya.

PLN berharap pengenalan keselamatan ketenagalistrikan sejak dini dapat membentuk kebiasaan yang lebih aman di tengah masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan penggunaan maupun keberadaan infrastruktur listrik.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network