BANYUMAS,iNewsPantura.id – Kabupaten Banyumas mencatat capaian menonjol dalam penghargaan pendonor darah sukarela tingkat Jawa Tengah. Sebanyak 416 pendonor asal Banyumas menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setelah secara konsisten mendonorkan darah hingga 50 dan 75 kali.
Dari 416 pendonor Banyumas, sebanyak 302 orang tercatat telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali, sedangkan 114 orang lainnya telah mencapai 75 kali donor.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Kota Semarang berada di posisi berikutnya dengan 269 pendonor, disusul Kota Surakarta 246 pendonor, Kabupaten Klaten 102 pendonor, dan Kabupaten Kudus sebanyak 98 pendonor.
Secara keseluruhan, penghargaan diberikan kepada 2.347 pendonor darah sukarela se-Jawa Tengah. Mereka terdiri dari 1.742 pendonor yang telah mencapai 50 kali donor dan 605 pendonor yang telah mencapai 75 kali donor.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang secara sukarela dan berulang kali mendonorkan darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah.
Ahmad Luthfi menyebut konsistensi para pendonor menjadi hal yang patut diapresiasi karena dilakukan tanpa mengharapkan imbalan.
“Bapak-ibu pendonor darah ini adalah orang hebat dan tangguh. Karena kalau kita disuntik vaksin sekali saja sudah mengeluh. Sedangkan Bapak/Ibu ini sudah 50 kali dan 75 kali ditusuk jarum dengan sukarela. Tidak dibayar. Tidak minta balasan,” ujar Ahmad Luthfi.
Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para pendonor yang selama ini konsisten membantu ketersediaan darah bagi masyarakat.
Menurutnya, donor darah tidak semata-mata diukur dari jumlah darah yang telah disumbangkan. Konsistensi menjadi bagian penting dari semangat kepedulian dan gotong royong.
“Bukan tentang berapa banyak, tetapi konsistensi untuk mendonorkan darah yang menggambarkan semangat gotong royong. Dan penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan, sehingga semoga para peserta bisa terus mendonorkan darahnya untuk sesama,” kata Nungky.
Penghargaan bagi pendonor yang telah mencapai 50 dan 75 kali donor tersebut diberikan secara rutin setiap tahun kepada masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Bagi PMI Banyumas, banyaknya pendonor yang menerima penghargaan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sukarela.
PMI Banyumas berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi. Para pendonor diharapkan tetap melanjutkan kegiatan donor darah sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi.
Konsistensi ratusan pendonor Banyumas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk pasien yang menjalani perawatan dan membutuhkan transfusi.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
