SEMARANG, iNewsPantura.id – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif melalui edukasi perpajakan dan pelatihan pemasaran digital.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus memperluas jangkauan pasar produk kreatif di tengah perkembangan ekonomi digital.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku UMKM, mulai dari rendahnya pemahaman mengenai kewajiban perpajakan, belum optimalnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, hingga terbatasnya akses terhadap informasi dan pendampingan usaha.
Ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah subsektor, seperti kuliner, fesyen, dan kriya, menjadi bagian penting dari aktivitas usaha masyarakat.
Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan pengelolaan usaha yang memadai agar pelaku UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam program ini, Riyanto dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) diharapkan turut menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pendekatan edukasi dan pendampingan yang aplikatif.
Penguatan literasi perpajakan menjadi salah satu fokus utama. Pelaku UMKM akan mendapatkan pemahaman mengenai kewajiban pajak, perhitungan pajak usaha, serta tata cara pelaporan melalui sistem digital. Materi dirancang secara sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan sesuai kondisi masing-masing usaha.
Selain edukasi perpajakan, program ini juga menyasar peningkatan kemampuan pemasaran digital. Peserta akan mendapatkan pelatihan mengenai penguatan identitas merek atau branding, penyusunan konten promosi, pemanfaatan media sosial dan marketplace, hingga pengenalan dasar optimasi mesin pencari atau SEO.
Pelatihan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk lokal berpeluang meningkatkan visibilitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.
Pelaksanaan program direncanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari survei awal untuk memetakan kebutuhan dan kendala mitra. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan materi edukasi perpajakan dan pelatihan pemasaran digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lokakarya perpajakan, pelatihan digital marketing, serta pendampingan praktik secara langsung. Tim mahasiswa akan dilibatkan untuk membantu peserta menerapkan materi yang diperoleh, termasuk menyiapkan identitas visual, membuat konten promosi, dan membuka atau mengoptimalkan toko online.
Program juga akan dilengkapi dengan sesi konsultasi atau coaching clinic serta video tutorial singkat. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran mandiri yang bisa diakses kembali setelah rangkaian kegiatan selesai.
Pendekatan ini dirancang agar pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Keberhasilan program akan dievaluasi melalui pemantauan peningkatan pengetahuan perpajakan, kemampuan peserta menggunakan sarana pemasaran digital, serta perkembangan pengelolaan usaha setelah pendampingan.
Luaran yang ditargetkan meliputi peningkatan pemahaman peserta mengenai perpajakan, optimalisasi pemasaran produk melalui platform digital, publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi kegiatan melalui media elektronik.
Melalui program tersebut, UPGRIS diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kesadaran terhadap kewajiban perpajakan.
Sinergi antara edukasi, pemanfaatan teknologi, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kemandirian pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
