SMK Muhammadiyah 3 Weleri Jadi Percontohan Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Eddhie Prayitno
Peresmian pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri.

 

 

KENDAL,iNewsPantura.id – Batas antara ruang kelas dan dunia kerja kini semakin tipis. Astra Motor Jawa Tengah resmi menghadirkan Pos AHASS Teaching Factory di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026). Fasilitas ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan industri otomotif dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke lapangan kerja.

Berbeda dengan bengkel praktik pada umumnya, Pos AHASS Teaching Factory menerapkan standar layanan bengkel resmi Honda. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan siswa merasakan langsung atmosfer kerja industri sejak masih duduk di bangku sekolah.

Technical Service dan Vocational Manager Astra Motor Jawa Tengah, Achmad Wahyudi Irmono, mengatakan program tersebut merupakan implementasi nyata konsep link and match yang selama ini didorong pemerintah. Melalui kerja sama itu, industri tidak hanya menjadi pengguna lulusan, tetapi turut terlibat dalam proses pembentukan kompetensi siswa.

“Dunia pendidikan dan industri harus berjalan bersama. Kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar ketika lulus mereka tidak lagi asing dengan budaya kerja dan standar industri,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, SMK Muhammadiyah 3 Weleri dipilih karena memiliki rekam jejak yang baik dalam menjalankan program pembinaan bersama Astra Motor. Bahkan sekolah tersebut dinobatkan sebagai SMK Binaan Astra Motor terbaik tingkat nasional pada 2025.

Prestasi itu menjadi bukti bahwa sinergi yang dibangun selama ini mampu menghasilkan kualitas pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrahim, menjelaskan Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang menggabungkan proses pendidikan dengan praktik bisnis dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Pos AHASS, siswa tidak hanya mempelajari teori perawatan kendaraan, tetapi juga dilatih menghadapi pelanggan, menerapkan prosedur kerja, hingga menjaga kualitas layanan sesuai standar perusahaan.

“Anak-anak tidak hanya belajar membongkar dan memperbaiki motor. Mereka juga belajar budaya kerja, pelayanan konsumen, dan tanggung jawab profesi seperti yang diterapkan di dunia industri,” katanya.

Ia menambahkan, operasional bengkel akan melibatkan alumni sekolah yang telah lolos seleksi dan memenuhi standar kompetensi Honda. Sementara itu, pengawasan kualitas tetap dilakukan oleh teknisi dan petugas dari Astra Motor melalui proses pemeriksaan akhir atau final checking.

Perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Bakhrun Dahlan, menegaskan bahwa keberadaan Pos AHASS bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari strategi mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter industri.

Menurutnya, siswa yang terlibat dalam program tersebut harus melalui proses pembinaan dan pengujian yang ketat. Dengan demikian, kualitas layanan yang diberikan tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat dapat dibangun sejak awal.

“Yang menangani kendaraan bukan siswa sembarangan. Mereka telah dipersiapkan melalui pelatihan dan uji kompetensi sehingga siap bekerja sesuai standar industri,” tegasnya.

Bakhrun menilai tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, disiplin, dan etos kerja yang kuat. Karena itu, pendidikan vokasi harus mampu mengintegrasikan aspek kompetensi dan karakter secara bersamaan.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi langkah Astra Motor dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri yang menghadirkan model pendidikan berbasis kebutuhan industri.

Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri di Kendal dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi peluang bagi generasi muda lokal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

“Industri di Kendal berkembang sangat cepat. Karena itu anak-anak muda harus memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan industri terus diperluas ke berbagai sektor sehingga semakin banyak lulusan SMK yang mampu terserap di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha mandiri.

Dengan hadirnya Pos AHASS Teaching Factory, SMK Muhammadiyah 3 Weleri tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi miniatur dunia industri. Dari ruang praktik itulah para siswa ditempa untuk mengenal standar kerja profesional, sekaligus membangun jembatan menuju masa depan karier mereka.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network