SOLO,iNewsPantura.id – Kemenangan Kendal Tornado FC atas Persebaya Surabaya ditentukan pada detik-detik terakhir pertandingan. Gol Patrick Cruz pada menit ke-90 mengubur harapan Bajul Ijo membawa pulang poin dari Stadion Sriwedari, Solo, dalam lanjutan Grup G ILeague Cup, Selasa (3/11/2026) malam.
Laga yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Kendal Tornado FC. Hasil ini terasa istimewa karena tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu sempat kehilangan keunggulan, bahkan harus mengejar ketertinggalan sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Kedua tim mengawali pertandingan dengan permainan cukup hati-hati. Kendal Tornado FC berusaha membangun serangan melalui sisi lapangan, sedangkan Persebaya tampil disiplin dalam menjaga pertahanan. Hingga 45 menit pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta.
Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-58. Akbar Firmansyah membawa Kendal Tornado FC memimpin setelah berhasil menyelesaikan peluang di depan gawang Persebaya.
Namun, keunggulan tersebut membuat Persebaya semakin meningkatkan tekanan. Ramadhan Sananta berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-70 melalui sundulan yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Delapan menit berselang, situasi semakin sulit bagi tuan rumah. Toni Firmansyah membawa Persebaya berbalik unggul 2-1 setelah menyambut umpan tendangan bebas Francisco Rivera.
Dalam posisi tertinggal, Kendal Tornado FC tidak mengendurkan serangan. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-86. Dimas Sukarno berhasil mencetak gol penyeimbang sekaligus menghidupkan kembali peluang tuan rumah untuk mengamankan kemenangan.
Drama belum berakhir. Memasuki menit ke-90, Patrick Cruz berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Persebaya. Penyelesaian akhirnya mengubah skor menjadi 3-2 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh pemain. Ia mengaku bangga karena anak asuhnya tidak kehilangan semangat meski sempat tertinggal.
Stefan menilai para pemain memiliki tekad kuat untuk membalikkan keadaan. Menghadapi tim sekelas Persebaya, menurutnya, bukan perkara mudah. Namun, keberanian dan kemauan untuk saling mendukung menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Ia juga menekankan bahwa sepak bola merupakan permainan kolektif yang membutuhkan kontribusi seluruh pemain, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu.
"Kekuatan kami hanya kekompakan dan keberanian. Itu yang selalu saya bilang ke pemain bahwa sepak bola ini 11 lawan 11, bukan satu lawan satu. Jadi satu sama lain harus saling support," ungkapnya.
Sementara itu, Rival Lastori mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya yang mampu mempertahankan semangat hingga pertandingan berakhir. Gelandang tersebut juga bersyukur mendapat kepercayaan tampil sejak awal pertandingan dari Stefan Keeltjes.
"Semua pemain bekerja keras hari ini dan kita mendapatkan kemenangan," ujarnya.
Hasil positif tersebut menjadi suntikan motivasi bagi Kendal Tornado FC dalam persaingan Grup G ILeague Cup. Kemenangan atas Persebaya juga memperlihatkan kemampuan Laskar Badai Pantura menjaga daya juang ketika menghadapi tekanan hingga penghujung laga.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
