Kendal Tornado FC Siapkan Stadion Sendiri, Lahan di Dawungsari Sudah Dibayar

Eddhie Prayitno
Gambar rencana stadion markas Kendal Tornado TC di Desa Dawungsari/ dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id – Kendal Tornado FC selangkah lagi memiliki kandang sendiri. Klub berjuluk Laskar Badai Pantura itu mulai mematangkan rencana pembangunan stadion berkapasitas 10 ribu penonton di wilayah Dawungsari, Kabupaten Kendal, dekat Exit Tol Pegandon. Pembangunan ditargetkan dimulai pada 2027.

Keseriusan proyek tersebut terlihat dari dua tahapan penting yang telah diselesaikan, yakni pembayaran lahan dan penentuan desain stadion. Kini, proyek tersebut bersiap memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pengurusan perizinan.

Owner Kendal Tornado FC, Junianto mengatakan, desain stadion telah ditentukan setelah melalui proses seleksi ketat terhadap puluhan rancangan yang masuk. Desain pemenang akan segera ditindaklanjuti dengan penyerahan DED kepada pihak Wahyu Agung Sipil.

"Setelah melewati seleksi ketat dari puluhan desain yang masuk, akhirnya kita memilih satu pemenang. Untuk pemenang segera kami panggil ke Wahyu Agung Sipil menyerahkan DED untuk dasar kami memproses perijinan," kata Junianto.

Dia mengungkapkan, lahan untuk pembangunan stadion juga sudah dibayar. Rencana pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari warga di sekitar lokasi.

"Pembayaran lahan untuk rencana pembangunan stadion baru juga sudah kami lakukan. Alhamdulillah warga di sana menyambut positif," jelasnya.

Junianto menegaskan, pembangunan stadion merupakan bagian dari upaya mengembangkan aset klub secara produktif. Menurutnya, dana yang dimiliki tidak semestinya hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi perlu diarahkan pada investasi yang memiliki manfaat jangka panjang.

"Saya juga wanti-wanti, ini uang tidak hanya untuk senang-senang, jadi tadi dibelikan lahan yang lain atau yang lebih produktif lahannya," tuturnya.

Lebih jauh, stadion tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat pertandingan Kendal Tornado FC. Keberadaannya diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga dan mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola di Kendal.

Junianto menilai, kepemilikan stadion menjadi salah satu faktor penting dalam membangun klub profesional. Dia mencontohkan sejumlah klub di Thailand dan Malaysia yang telah memiliki stadion sendiri sebagai bagian dari pengembangan sepak bola mereka.

"Kami ingin sepak bola Indonesia terus berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia. Di Thailand maupun Malaysia, banyak klub yang sudah memiliki stadion sendiri. Mudah-mudahan langkah ini juga dapat memotivasi klub-klub lain untuk membangun stadion," katanya.

Dia berharap stadion baru tersebut nantinya mampu memperkuat identitas Kendal Tornado FC sekaligus memberikan kebanggaan bagi masyarakat dan suporter Laskar Badai Pantura.

"Kehadiran stadion ini kami harapkan dapat memperkuat identitas Kendal Tornado FC sekaligus mendorong perkembangan ekosistem sepak bola di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dan Indonesia," pungkasnya.

Jika sesuai target, mulai 2027 Kendal akan memasuki babak baru dalam pengembangan fasilitas sepak bola. Kehadiran stadion mandiri diharapkan menjadi modal penting bagi Kendal Tornado FC untuk tumbuh lebih profesional sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kemajuan sepak bola daerah.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network