Pada tanggal 21 Mei, penasihat Zelensky, Mykhailo Podolyak, mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata yang membuat Kiev terpaksa menyerahkan salah satu wilayahnya ke Moskow, dengan mengatakan bahwa resolusi perang seperti itu hanya akan memberi Rusia posisi yang menguntungkan untuk perang lain yang lebih besar di masa depan.
"Perang tidak akan berhenti (setelah konsesi apa pun), itu hanya akan ditunda untuk beberapa waktu," kata Podolyak kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
"Setelah beberapa saat, dengan intensitas baru, Rusia akan membangun senjata, tenaga dan memperbaiki kesalahan mereka, sedikit memodernisasi, memecat banyak jenderal.
Dan mereka akan memulai serangan baru, bahkan lebih berdarah dan berskala besar," ia menambahkan.
Satu hari setelah komentar Podolyak, kepala kantor Zelensky Andriy Yermak mengatakan perang tidak akan berakhir tanpa pemulihan total integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina.
Zelenksy diperkirakan akan menyerukan negara-negara Barat untuk memperbarui dukungan mereka ke Ukraina dan menawarkan lebih banyak dukungan militer dan ekonomi kepada Kiev untuk melancarkan serangan balasan terhadap Rusia.
Editor : Hadi Widodo
menteri luar negeri amerika serikat Menlu AS mantan menlu AS Henry Kissinger Amerika Serikat perang ukraina vs rusia Konflik Rusia Ukraina perdamaian rusia dan ukraina perdamaian ukraina rusia Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Ukraina Volodymyr Zalennsky Presiden Amerika Serikat Joe Biden Forum ekonomi dunia Moskow
Artikel Terkait