get app
inews
Aa Text
Read Next : Langkah Lurah Kunden Turunkan Stunting dengan Reaktifasi Dawis

Rembuk Stunting Lintas Sektoral, Tekan Angka Stunting di Blora

Rabu, 19 Maret 2025 | 16:44 WIB
header img
Rembuk Stunting tahun 2025 di ruang rapat Bapperida Blora Rabu (19/3/2025). iNews/Herry Purnomo

BLORA,iNewsPantura.id – Dalam upaya memperkuat komitmen lintas sektor untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Rembuk Stunting tahun 2025 di ruang rapat Bapperida Blora pada Rabu (19/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua TP PKK Blora Hj. Ainia Shalicah, Forkopimda Blora, serta kepala OPD, camat, kepala Puskesmas, institusi pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blora mengungkapkan pentingnya kolaborasi antar semua pihak dalam penanggulangan stunting.

“Hari ini, kita melaksanakan Penandatanganan Komitmen Penanggulangan dan Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi di Kabupaten Blora tahun 2025,” jelas Hj. Sri Setyorini.

Ada beberapa poin komitmen yang disepakati meliputi yakni  target penurunan stunting tahun 2025 menjadi 20,81%. Selain itu  pengarahan program prioritas daerah dalam PPS untuk meningkatkan cakupan 12 indikator program pelayanan esensial yang belum tercapai.

Ada juga peningkatan peran lintas sektoral, ormas, akademisi, dunia usaha, media, mitra pembangunan, dan CSR dalam intervensi stunting dan  komitmen dan dukungan APBDes untuk PPS.

Berdasarkan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting tahun 2024, terdapat 14.549 anak.  Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Blora mencapai 21,2%.

Namun, angka prevalensi stunting berdasarkan pengukuran rutin (EPPGBM) tahun 2024 menurun menjadi 5,94%, dari sebelumnya 6,31%.

Wakil Bupati menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan dukungan dari berbagai pihak dan upaya lintas sektor.

“Permasalahan stunting yang multidimensi memerlukan koordinasi dan konsolidasi dari tingkat pusat hingga desa,” tambahnya.

Rembuk Stunting kali ini juga diwarnai dengan forum diskusi yang menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan beberapa pejabat lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, SH, mengapresiasi komitmen Kabupaten Blora dalam pembangunan keluarga berencana dan penurunan stunting.

“Capaian di Blora ini sudah luar biasa, namun perlu dipertahankan dan ditingkatkan.”katanya.

Eka Sulistya juga mengingatkan pentingnya pelaporan progres pelaksanaan program penurunan dan pencegahan stunting.

Ia menyoroti pola asuh orang tua sebagai salah satu faktor yang sering menjadi kendala dalam penanganan stunting.

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan program Quick Win, termasuk gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING).

“Ini adalah gotong royong untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting,” pungkasnya.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut